Kondisi Global yang Tak Menentu dapat Jadi Peluang Indonesia Tarik Investasi Hijau
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kondisi perekonomian global yang tak menentu dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk menangkap peluang investasi hijau. Sebab, di tengah upaya pertumbuhan ekonomi tinggi, yang akan mengorbankan lingkungan, Indonesia memiliki keunggulan komparatif di ketersediaan sumber daya alam yang relatif lebih baik.
“Indonesia memiliki potensi besar berkat kekayaan sumber daya alam dan ketersediaan tenaga kerja yang melimpah,” kata Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nurul Ichwan, saat sepak mula Indonesia International Sustainable Forum (IISF) 2025, di kantornya, Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Nurul menjelaskan Indonesia memiliki peluang dalam pemanfaatan lahan gambut dan memanfaatkan area dengan ekonomi tertinggal untuk menanam mangrove sebagai bagian dari carbon capture and storage (CCS).
Indonesia diproyeksi mampu menampung 577 gigaton karbon. Tetapi, rencana yang baik ini memerlukan dukungan investasi,
“Tidak hanya untuk CCS tapi juga pengembangan sumber daya manusia dan teknologi,” kata dia.
Baca Juga
IISF 2025 Siap Digelar, Angkat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Investasi Hijau
Dengan investasi yang ada, Nurul berharap limbah seperti karbon dapat menjadi kekayaan alam Indonesia. Karbon yang sudah tersimpan diharapkan dapat menjadi bahan baku suatu produk.
Nurul mengatakan, di tengah kondisi global yang penuh gejolak, Indonesia dapat memainkan perananan penting mengenai ekonomi hijau yang berkelanjutan. Indonesia yang berada di kawasan paling stabil dapat menjadi pemimpin untuk menciptakan dunia yang lebih baik melalui investasi hijau, biru, dan sirkular.
“Yang pada akhirnya akan mengurangi penggunaan bahan baku yang diambil langsung dari bumi, sehingga mendukung kapastitas bumi untuk kehidupan manusia demi kemakmuran,” kata dia.

