Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.330, Faktor Ini Jadi Pemicu
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (21/7/2025) awal pekan ini. Data Jisdor Bank Indonesia (BI) menunjukkan kurs rupiah ditutup melemah 29 poin (0,17%) ke level Rp 16.330 per dolar AS.
Pada perdagangan pasar spot, dilansir Bloomberg kurs rupiah bergerak melemah 26,5 poin (0,16%) ke level Rp 16.323 per dolar AS. Pelemahan tersebut berbanding terbalik dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditutup melesat 86,27 poin (1,18%) ke level tertinggi baru tahun 7.398.
Baca Juga
IHSG Ditutup Cetak Rekor di 2025, Saham DCII, CDIA, hingga PANI Jadi Pendorong
Menurut pengamat pasar uang Sutopo Widodo, pelemahan seabgai respons pasar terhadap sinyal dari Ketua The Fed Christopher Waller yang kembali menegaskan dukungannya terhadap penurunan suku bunga, sambil meremehkan dampak inflasi dari tarif yang tengah bergulir.
"Sikap ini memberi ruang bagi pelonggaran moneter AS, tetapi secara ironis justru menciptakan ambiguitas arah kebijakan yang membuat pelaku pasar lebih berhati-hati," katanya saat dihubungi Investortrust, Senin (21/7/2025).
Di saat yang sama, eskalasi risiko politik di Jepang dan ketegangan perdagangan global turut memperkuat posisi dolar sebagai aset lindung nilai, menekan rupiah lebih lanjut.
Baca Juga
Jelang Diakuisisi Investor Singapura, Laba Master Print (PTMR) justru Melorot
Pasar cenderung merespons sinyal dari member The Fed Christopher Waller yang kembali menegaskan dukungannya terhadap penurunan suku bunga, sambil meremehkan dampak inflasi dari tarif yang tengah bergulir. Sutopo menjelaskan, sikap ini memberi ruang bagi pelonggaran moneter AS, tetapi secara ironis justru menciptakan ambiguitas arah kebijakan yang membuat pelaku pasar lebih berhati-hati.
"Pada saat yang sama, eskalasi risiko politik di Jepang dan ketegangan perdagangan global turut memperkuat posisi dolar sebagai aset lindung nilai, menekan rupiah lebih lanjut," ungkap Presiden Komisaris HFX International Berjangka tersebut.

