Menteri PPN: Kebijakan yang Tak Kreatif Bisa Gagalkan Indonesia Emas 2045
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudi menyebut pemerintah perlu mengambil kebijakan yang kreatif untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dalam Indonesia Emas 2045.
“Sasaran visi Indonesia Emas 2045 tidak dapat dicapai kalau kita hanya melakukan hal yang biasa-biasa saja,” kata Rachmat, di Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (4/7/2025).
Rachmat menjelaskan pemerintah pusat dan daerah perlu membuat kebijakan yang inovatif. Termasuk memperbaiki tata kelola untuk memberi kepastian dan kemudahan usaha sehingga menarik investasi.
Presiden Prabowo Subianto, kata Rachmat, menekankan pentingnya perencanaan dalam mencapai sasaran pembangunan nasional. Tanpa perencanaan yang matang, arah pembangunan Indonesia akan menjadi tak jelas.
“Presiden juga telah menetapkan buat 2029, kita diharapkan mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Ini mencerminkan kemauan yang kuat dalam mempercepat pertumbuhan nasional,” kata dia.
Baca Juga
Bappenas Patok Pertumbuhan Ekonomi 6,3% di 2026 , Butuh Investasi Segini!
Untuk itu, Rachmat menjelaskan tema Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) 2026 didesain untuk merespons berbagi tantangan pembangunan. Tema yang menyasar kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi yang produktif dan inklusif ditetapkan pemerintah.
Sejalan dengan itu, pemerintah menargetkan sasaran pembangunan 2026 berupa kemiskinan ekstrem yang turun menjadi 0% dan tingkat kemiskinan menuju di bawah 7%. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi sasaran lain pemerintah.
“Indeks Modal Manusia diharapkan meningkat menjadi 0,57” kata dia.
Untuk itu, dengan keterbatasan APBN, maka belanja negara di tingkat pusat dan daerah akan difokuskan pada program prioritas yang merujuk pada astacita Prabowo.
Baca Juga
Bappenas: Sejarah Membuktikan Ekonomi Indonesia Tumbuh Saat Dunia Krisis
Program yang menjadi tulang punggung RKP 2026 yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan 3 juta rumah, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Pendidikan, program Pengurangan kemiskinan Terpadu, dan pengelolaan Sampah Terpadu.
Penjabaran konkret tema RKP 2026 tersebar di beberapa klaster di antaranya, klaster air dan sanitasi, energi, irigasi, konektivitas, pertanian, perumahan, bendungan, kawasan, dan teknologi. Berdasarkan exercise yang dilakukan Bappenas, untuk mencapai sasaran pembangunan yang optimis, total kebutuhan investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 8.297 triliun
“Total kebutuhan investasi tersebut, investasi pemerintah hanya sekitar 4,22%. Dari gambaran tersebut, investasi BUMN dan swasta sangat penting,” kata dia.

