Dicky Kartikoyono Bawa Visi Transformasi Digital dalam Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Dicky Kartikoyono, membawa visi meretas gelombang menuju Indonesia maju dengan transformasi digital, saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test sebagai calon deputi gubernur BI periode 2025-2030.
"Visi saya meretas gelombang menuju Indonesia maju dengan transformasi digital menuju asta cita pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kenapa meretas gelombang? Karena Kita lihat kondisi perekonomian dunia tidak sedang baik-baik saja," katanya saat menjalani fit and proper test bersama Komisi XI DPR di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Menurut Dicky visi tersebut akan ditopang dengan sejumlah misi utama. Misi pertama adalah membangun fondasi ekonomi yang berdaya tahan dan efisien. Ia menambahkan misi itu akan diwujudkan dengan infrastruktur data pembayaran.
Kemudian misi kedua adalah mewujudkan ekonomi keuangan digital yang sehat dan terpercaya. Menurutnya keuangan digital yang sehat akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam mendongkrak sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Ini kita bisa buka dengan adanya ekosistem ekonomi keuangan digital, tentunya semua melalui kolaborasi dan sinergi dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, inovatif dan berdaulat," ujarnya.
Baca Juga
Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI, Ricky Gozali Bawa Visi dari Film Avengers
Sorotan utama Dicky tertuju pada memperkuat infrastruktur data digital di masa mendatang. Ia menyebut penting bagi BI untuk dapat mengidentifikasi setiap transaksi digital melalui berbagai infrastruktur dan berbagai format messaging yang telah distandarisasi.
"Kata kunci untuk bisa mendigitalkan dan mendapatkan data yang bermanfaat itu adalah standarisasi data," lanjut Dicky.
Dicky menjelaskan setiap transaksi digital yang menggunakan layanan QRIS harus memiliki identifikasi pengguna atau yang ia sebut dengan payment ID. Menurutnya untuk mewujudkan hal itu BI tidak perlu untuk mengumpulkan informasi yang dihimpun melalui big data melainkan cukup menggunakan teknologi capture.
"Tidak perlu mengumpulkan dalam sebuah big data atau kemudian menggunakan database yang sifatnya masif, tapi teknologi capture ini. Kita bisa ambil di island-island data yang ada di berbagai pelaku keuangan, di situ kemudian kita bisa olah," ujarnya.
Berdasarkan pantauan Investortrust, fit and proper test tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi XI DPR Muhamad Misbakhun serta dua Wakil Ketua Komisi XI DPR yakni Muhammad Hanif Dhakiri dan Mohamad Hekal.
Selain Ricky Perdana Gozali, nama lain yang mengikuti fit and proper test calon deputi gubernur BI periode 2025-2030 adalah Dicky Kartikoyono. Ricky dan Dicky merupakan dua nama usulan Prabowo yang tertuang dalam surat presiden (Surpres) nomor R22/Pres/05/2025.

