Analis Bank Mandiri Ungkap Penyebab Pelemahan Rupiah Usai Libur Lebaran
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan usai libur Lebaran 2024. Merujuk kurs rupiah referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), mata uang Garuda ditutup anjlok 303 poin ke level Rp 16.176 per USD, Selasa (16/4/2024).
Analis PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Reny Eka Putri menyebut, setidaknya dalam satu dekade terakhir mata uang rupiah memiliki tren pelemahan pasca libur panjang cuti bersama Hari Raya Idulfitri.
"Selama sepuluh tahun terakhir, dalam 7 kali hari perdagangan setelah libur Idulfitri, rupiah rata-rata melemah sebesar 0,44% dibandingkan nilai Rupiah sebelum hari raya," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/4/2024).
Dijelaskan Reny, melemahnya nilai tukar rupiah erat kaitannya dengan perkembangan perekonomian dan sentimen di pasar keuangan, baik dari sisi global maupun domestik. Demikian pula secara historis, perkembangan global dan domestik mengiringi fluktuasi nilai tukar rupiah sebelum dan sesudah libur Idulfitri.
Baca Juga
Kredit Bank Sampoerna Tumbuh 13,2% Jadi Rp 11,4 Triliun Tahun 2023
"Perkembangan perekonomian AS (Amerika Serikat) dan kebijakan The Fed menjadi faktor eksternal utama yang mempengaruhi pergerakan mata uang global, termasuk Rupiah," ucap Reny.
Saat potensi perbaikan perekonomian AS atau kebijakan The Fed yang bernada hawkish terjadi, menurut Reny peluang menguatnya USD semakin tinggi sehingga hal tersebut sekaligus memberikan tekanan terhadap mata uang Garuda.
Sementara itu sentimen domestik tidak luput mempengaruhi anjloknya rupiah dalam pantauan perdagangan spot Selasa (16/4/2024).
Ia menuturkan, inflasi yang tinggi berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah karena dapat menurunkan daya beli masyarakat serta meningkatkan barang dan jasa.
"Faktor dalam negeri seperti defisit neraca perdagangan, kebijakan moneter, inflasi, kinerja perekonomian dalam negeri, faktor politik, dan stabilitas sosial dapat melemahkan nilai tukar rupiah," urainya.
Dalam hal merespons tren depresiasi rupiah yang tengah terjadi, Analis BMRI tersebut mendorong pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus memantau serta mengelola sentimen di atas untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Posisi Rupiah dalam Kurs Mandiri
Dalam perdagangan kurs Bank Mandiri per 17 April 2024, mata uang rupiah berada di posisi beli Rp 16.195 per USD dan posisi jual Rp 16.280 per USD berdasarkan special rate.
Sementara dalam pantauan TT Counter, rupiah berada di posisi beli sebesar Rp 16.000 per USD dan jual Rp 16.350 per USD.
Kemudian berdasarkan Bank Notes, mata uang rupiah berada di posisi beli Rp 16.000 per USD dan posisi jual Rp 16.350 per USD.

