Bagikan

Bocorkan Kajian Lengkap Badan Penerimaan Negara, Burhanuddin: Itu Pemerintah yang Putuskan

Poin Penting

Struktur BOPN langsung di bawah presiden dengan deputi perpajakan, penegakan hukum, dan intelijen fiskal.
Kajian lengkap sudah disiapkan tim pakar termasuk amendemen UU dan struktur organisasi sejak masa kampanye.
Pengawasan oleh 5 lembaga ex-officio, yakni TNI, Polri, Kejagung, PPATK, Menko Perekonomian plus 4 ahli independen.

JAKARTA, investortrust.id - Mantan Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Burhanuddin Abdullah memberikan respons terkait update wacana pembentukan Badan Otorita Penerimaan Negara (BOPN). 

Sebagai dewan pakar TKN Prabowo-Gibran, Burhanuddin merupakan salah satu inisiator rencana pembentukan institusi tersebut.

Burhanuddin Abdullah menuturkan, tim pakar Prabowo-Gibran sebelumnya telah menyusun secara lengkap kajian yang dibutuhkan pemerintah apabila rencana pembentukan Badan Penerimaan Negara benar-benar akan direalisasikan.

Baca Juga

Menkeu: Pajak Digital Jadi Solusi Pendapatan Negara

"Itu dahulu diskusi memang, diskusinya sudah lengkap mulai struktur, undang-undang apa yang harus diubah, aturan apa yang harus dikeluarkan, itu sudah lengkap dahulu," kata mantan Gubernur Bank Indonesia (Bi)i ini saat ditemui seusai menghadiri peluncuran Prasasti for Policy Studies (Prasasti Center) di Djakarta XXI, Thamrin, Jakarta, Senin (30/6/2025).

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto, Board of Advisors Prasasti Burhanuddin Abdullah, Board of Advisors Prasasti Hashim Djojohadikusumo, Executive Director Prasasti Nila Marita, Public Affairs Director PT Djarum Mutiara Diah Asmara, Komisaris Triputra Group Arif Rachmat, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan Kadin Indonesia Carmelita Hartoto, dan Chairman Panbil Group Johanes Kennedy Aritonang berbincang dalam acara peluncuran lembaga riset dan penelitian Prasasti Center for Policy Studies: Pijakan Masa Depan di Jakarta, Senin (30/6/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa. ()
Source:

Meski demikian, dia menyerahkan sepenuhnya nasib pembentukan Badan Penerimaan Negara pada keputusan Presiden Prabowo Subianto. "Namun, kan itu keputusan teknokratik, pikiran-pikiran teknokratik. Keputusan politiknya kan tergantung pemerintah," sambungnya.

Pria yang kini menjabat sebagai board of advisor Prasasti Center ini mengakui, tidak mengetahui lebih detail perkembangan wacana pembentukan Badan Penerimaan Negara. Ia menyebut dirinya hanya bertugas berdasarkan landasan teoritis terhadap rencana pembentukan institusi tersebut. "Itu pemerintah yang memutuskan, kita kan tim pakar hanya berpikir bagaimana yang seharusnya," ujar dia.

Isu ini kembali mencuat setelah mantan Dewan Pakar TKN Bidang Perpajakan Edi Slamet Irianto, membocorkan struktur Badan Penerimaan Negara. Lembaga itu, kata Edi, direncanakan akan diberi nama Badan Otorita Penerimaan Negara (BOPN).

Baca Juga

Wamenkeu Anggito Buka Suara soal Rencana Pajak Digital UMKM

Menurut Edi, BOPN nantinya akan dipimpin menteri negara/kepala badan yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. Dalam menjalankan tugasnya, menteri negara/kepala BOPN akan diawasi oleh ex-officio Menko Perekonomian, ex-officio Panglima TNI, ex-officio Kapolri, ex-officio Kejaksaan Agung, ex-officio Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan empat orang ahli independen.

Board of Advisors Prasasti Hashim Djojohadikusumo bersama Board of Advisors Burhanuddin Abdullah saat menandatangani sertifikat sebagai tanda diresmikannya Prasasti Center for Policy Studies: Pijakan Masa Depan di Jakarta, Senin (30/6/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa. ()
Source:

"Struktur BPON dirancang langsung di bawah presiden, dengan deputi perpajakan, penegakan hukum, dan intelijen fiskal," kata Edi saat menyampaikan paparan dalam diskusi ISNU Forum on Investment, Trade and Global Affairs di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (11/6/2025).

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024