Kemenkeu Akan Terus Antisipasi Dampak Perang Timur Tengah
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Surjantoro menyebut pemerintah terus mewaspadai risiko global dan transmisi dari dampak eskalasi geopolitik di Timur Tengah.
“Dengan menyiapkan langkah-langkah mitigasi awal dan mengoptimalkan peran APBN sebagai shock absorber,” kata Deni, dalam keterangan resminya, Senin (23/6/2025).
Deni mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan sinergi kebijakan yang solid antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengantisipasi risiko terjadinya inflasi. Langkah ini juga dilakukan untuk memaksimalkan sinergi kebijakan dengan otoritas fiskal, moneter, dan keuangan.
Baca Juga
Iran Serang Pangkalan Militer AS, Rute Udara Timur Tengah Kacau
“Transformasi struktural terus dilakukan, keberhasilan menjaga suplai pupuk melalui deregulasi misalnya, akan dilanjutkan berbagai komoditas,” jelas dia.
Deni menjelaskan pemerintah akan terus memperkuat sektor-sektor strategis dalam negeri agar lebih tangguh terhadap guncangan eksternal. Salah satunya, mendiversifikasi sumber energi dan peningkatan ketahanan pangan nasional.
“Prinsip kehati-hatian tetap dijunjung tinggi dalam setiap pengambilan kebijakan,” kata dia.
Deni mengatakan pemerintah berkomitmen untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini dilakukan untuk melindungi daya beli masyarakat agar Indonesia tetap berada pada jalur pemulihan dan pembangunan yang inklusif yang berkelanjutan.

