Pengusaha Minta Pemerintah Tekan ICOR, Wamenkeu: Tak Bisa Jangka Pendek
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjawab permintaan para pengusaha yang menginginkan agar pemerintah dapat menekan angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR), sebuah rasio efektivitas sebuah modal terhadap output yang dihasilkan. Suahasil menyebut upaya menurunkan ICOR tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Menurut Suahasil, pemerintah secara umum memiliki keinginan yang sama dengan para pengusaha yakni dengan menekan angka ICOR. Ia menjelaskan dengan menekan angka ICOR, di satu sisi bakal berimbas pada sisi produktivitas.
"Bangun infrastruktur, perkuat sumber daya manusia, melakukan investasi di titik-titik yang betul, itu semua adalah kombinasi," ungkapnya saat menyampaikan keynote speech dalam Kadin Global & Economic Outlook Q1-2025 di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Guru Besar Ilmu Ekonomi itu menyampaikan, saat ini pemerintah tengah fokus untuk mencari solusi jangka pendek untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Bukan tanpa alasan, ia menyebut ketidakstabilan global memaksa pemerintah untuk dapat segera menemukan formula untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di situasi seperti saat ini.
Baca Juga
"Tujuan menurunkan ICOR itu kita setuju sekali, tapi kemudian itu bukan hal yang kita lakukan dalam jangka pendek, tapi saat ini dengan konstelasi global kita yang paksa hanya berpikir dan mengambil keputusan jangka pendek," jelasnya.
Sebelumnya pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayan & Pengembangan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta W. Kamdani mengungkap, pihaknya mendorong agar pemerintah segera memperbaiki ICOR yang saat ini berada di angka 6.
"Kadin mendorong pemerintah untuk segera memperbaiki ICOR kita yang masih berada di atas 6, ini juga jauh di atas rata-rata ICOR ASEAN 3-4," ujar Shinta.
Selain menekan ICOR, Shinta juga mendorong agar rasio wirausaha nasional juga ditingkatkan. Menurutnya salah satu parameter pencapaian Indonesia Maju adalah semakin banyaknya wirausaha. Adapun ia mendorong agar rasio wirausaha di Indonesia dapat mencapai 10-12% dari total populasi.
"Nah saat ini Indonesia berapa? Indonesia masih di angka 3,47%. Jadi masih cukup jauh," sebut Shinta.

