Sri Mulyani: Proyek Infrastruktur Harus Punya Rasa Keadilan Sosial
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembangunan infrastruktur harus memiliki beberapa unsur penting yaitu tanggung jawab lingkungan dan keberlanjutan.
“Sejalan dengan masalah keberlanjutan, keadilan sosial juga harus dianggap penting dalam merancang proyek infrastruktur,” kata Sri Mulyani saat menjadi pembicara di International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, yang dipantau daring, Kamis (12/6/2025).
Sri Mulyani mengatakan Organisasi Meteorologi Dunia telah mengeluarkan peringatan bahwa suhu bumi mencapai rekor tertinggi selama lima tahun mendatang. Ini membuat kerentanan lingkungan sosial dan ekonomi semakin tinggi.
“Risiko yang meningkat juga dapat menyebabkan pengungsian,” jelas dia.
Baca Juga
Sri Mulyani Sebut Pembiayaan Proyek Infrastruktur Butuh Rp 10.146 Triliun
Menurutnya, sebanyak 260 juta orang akan mengungsi akibat dampak perubahan iklim pada 2050. Untuk itulah, perubahan iklim menuntut tingkat ketahanan infrastruktur yang baru.
“Cuaca ekstrem, transisi energi, dan degradasi lingkungan mengharuskan kita untuk melampau konstruksi fisik dan mengintegrasikan keberlanjutan jangka panjang,” kata dia.
Sri Mulyani menjelaskan proyek infrastruktur mengonsumsi sekitar 60% bahan baku di dunia. Sehingga penting untuk mengintegrasikan keberlanjutan proyek infrastruktur dari perencanaan hingga implementasi.
“Infrastruktur harus inklusif, menjembatani kesenjangan, tidak hanya antarwilayah tetapi juga antarmasyarakat. Singkatnya, infrastruktur bukan lagi sekadar menghubungkan jalan, pelabuhan, dan kota,” kata dia.
Meski demikian, Sri Mulyani menyadari pembangunan infrastruktur bagi negara dengan ekonomi yang sedang berkembang memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Kebijakan pendanaan dan pembiayaan, menurut dia, harus berkembang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
“Ini membutuhkan kebijakan strategis dan komitmen yang berkelanjutan, baik dari sektor swasta dan pemerintah,” ujar dia.

