Potensi Besar, Kemenko Perekonomian Segera Luncurkan Buku Putih Ekonomi Digital
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinasi bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menyiapkan Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030. Buku tersebut untuk menyambut potensi ekonomi digital yang diproyeksikan tumbuh mencapai US$ 109 miliar pada 2025.
Rencananya, Buku Putih Ekonomi Digital ini akan diluncurkan pada Rabu (6/12/2023).
“Jadi kita ketahui bersama, nilai ekonomi (digital) kita di tahun 2023 sebesar US$ 82 miliar, dan ini diperkirakan di tahun 2025 mendatang mencapai US$ 109 miliar. Angka tersebut merupakan 40% dari total nilai ekonomi digital di ASEAN,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Rudy Salahudin di kantornya, Senin (4/12/2023).
Rudy menyebut buku putih ini telah mendapat masukan dari dunia usaha, pemangku kepentingan, dan akademisi sejak 2019.
Baca Juga
Ilham Habibie Bilang Indonesia Bisa Jadi Kampiun Ekonomi Digital, Ini Alasannya
Rudy mengatakan buku putih ini diharapkan bisa mempertahankan dan mengejar pangsa pasar di ASEAN. Sebab, beberapa negara saat ini juga mengejar pasar ekonomi internet.
“Seperti diketahui ASEAN merupakan salah satu kawasan yang memiliki keunggulan ekonomi digital,” ujar dia.
Untuk mengejar potensi tersebut, Rudy menyebut Indonesia membutuhkan talenta digital, regulasi, dan keamanan siber, serta infrastuktur yang memadai. Dia mengatakan buku putih ini diharapkan dapat membantu pemangku kepentingan untuk menjalankan ekonomi digital untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Baca Juga
“Ini semacam guideline bagi pemangku kepentingan untuk menjalankan ekonomi digital. Kita tidak cawe-cawe programnya, misalnya saat ini ada yang tidak sama harus kita inline-kan dalam buku putih tersebut,” kata dia.
Dia berharap buku putih ini dapat secara berkesinambungan dapat diteruskan oleh pemimpin politik yang terpilih di 2024. Menurut dia, regulasi yang berkesinambungan masuk dalam strategi nasional ekonomi digital.
“Visi misi kepemimpinan yang baru bisa disesuaikan, penyesuaian hanya di target, bersifat minor, bisa disesuaikan dari visi buku putih ini. Termasuk kemungkinan adanya lembaga ekonomi digital yang baru. Silakan saja,” ucap dia. (CR-7)

