Eks Mendag Wanti-Wanti Jangan Sampai Indonesia Gagal Jadi Negara Maju seperti Thailand
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi mewanti-wanti Indonesia jangan sampai menjadi seperti Thailand yang gagal menjadi negara maju. Untuk itu, Lutfi mengingatkan Indonesia memanfaatkan seluruh sumber daya secara maksimal.
Lutfi memaparkan, setidaknya ada dua faktor yang sangat mempengaruhi Indonesia untuk bisa keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap dan menjadi negara maju. Pertama, Indonesia harus bisa memanfaatkan secara maksimal sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor tambang dengan melakukan hilirisasi.
“Jadi kita mesti mempertahankan kompetitifnya Indonesia ini. Supaya Indonesia bisa menjadi negara industrialis, karena industrialisasi Indonesia ini menjadi kunci supaya Indonesia bisa keluar dari middle income trap,” ujar Lutfi dalam acara Blak-Blakan Soal Mobil Nasional dan Polemik LFP vs Nikel, Senin (29/1/2024).
Baca Juga
Eks Mendag Ini Sebut Indonesia Cuan Banyak dari Hilirisasi Tambang
Lutfi memaparkan hilirisasi sudah terbukti mampu memperkuat perekonomian Indonesia. Dipaparkan, neraca perdagangan ekspor ore Indonesia yang berbasis nikel pada Desember 2019 bernilai US$ 1,1 miliar. Setelah diolah, nilai ekspornya meningkat menjadi US$ 10,86 miliar pada 2020.
“Kita lagi diuber deadline. Kalau tidak industrialisasi atau hilirisasi, kita telat dan tidak melaksanakan ini pada hari ini juga, maka kita tidak bisa keluar dari middle income trap pada 2038-2040. Kita selesai,” sebut dia.
Kedua, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dengan mayoritas penduduk Indonesia adalah usia produktif. Menurut Lutfi, bonus demogrfi harus bisa dimanfaatkan dengan maksimal agar tidak terjadi seperti Thailand.
“Thailand dijamin tidak akan pernah menjadi negara maju berpendapatan tinggi. Thailand tidak bisa jadi negara maju karena masanya sudah lewat. Tahun 2010 bonus demografinya habis. Mereka malah berantem antara raja sama Thaksin Shinawatra. Kudeta. Selesai,” kata Lutfi.
Baca Juga
Hadapi Bonus Demografi, Ketua Asosiasi Emiten Wanti-Wanti Masalah Kualitas SDM
Begitu juga yang terjadi dengan Venezuela. Lutfi menyebut Venezuela sebetulnya punya potensi besar untuk menjadi negara maju karena mereka menghasilkan 4 juta barel minyak per hari. Namun, perselisihan yang terjadi membuat Venezuela gagal memanfaatkan kesempatan yang dimiliki.
Untuk itu, Lutfi tidak ingin Indonesia gagal menjadi negara maju karena diadu domba sehingga menimbulkan perselisihan di antara bangsa sendiri.
“Kita dijajah 350 tahun karena kita sering diadu, namanya divide et impera. Tentara Belanda di Indonesia selama 350 tahun tidak pernah lebih dari 1.100 orang, tetapi bisa menjajah kita karena kita bisa diadu-adu," tegasnya.

