Jadi Komoditas Bahan Negosiasi, Segini Nilai Impor Gandum, Kedelai, dan Susu Kedelai dari AS
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan Indonesia akan mengimpor sejumlah produk pertanian dari Amerika Serikat (AS). Komoditas ini akan menjadi bagian dari daya tawar Indonesia terhadap tarif resiprokal yang diberikan Presiden AS Donald Trump.
Tiga komoditas pertanian yang masuk dalam negosiasi yaitu gandum, kedelai, dan susu kedelai. Airlangga mengeklaim proses importasi tiga komoditas pertanian itu tidak akan mengganggu program swasembada pangan yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.
“Karena selama ini baik gandum, soybean, dan soybean milk, kita juga impor tetapi tidak hanya dari Amerika Serikat, tetapi juga dari Australia dan Ukraina,” kata Airlangga dalam konferensi pers Kamis (17/4/2025) waktu Washington DC, AS atau Jumat (18/4/2025) waktu Indonesia.
Indonesia berencana mengalihkan impor bahan baku pangan tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari-Maret 2025, impor gandum dan meslin (biji-bijian) Indonesia sebesar US$ 750,76 juta dengan volume sebesar 2,67 juta ton.
Impor gandum tersebut berasal dari empat negara utama, di antaranya Australia, Argentina, Kanada, Brasil dan AS. Australia menjadi negara pengekspor utama gandum dan meslin dengan volume 1,07 juta ton senilai US$ 284,74 juta. Sementara itu, AS menempati posisi kelima dengan volume impor 165,37 ribu ton dan nilai impor US$ 45,14 juta.
Dari impor kedelai, BPS mencatat volume sebesar 652,53 ribu ton. Mayoritas kedelai yang masuk di Indonesia berasal dari AS. Secara total, AS memiliki porsi ekspor 89,87% kedelai di Indonesia atau 586,44 ribu ton. Nilai impor kedelai dari AS sebesar US$ 271,56 juta ton.
Baca Juga
Negara kedua yang menjadi pengekspor kedelai ke Indonesia adalah Kanada. Volume dan nilai impor kedelai dari Kanada yaitu 60,91 ribu ton dengan nilai US$ 27,47 juta ton.
Selama periode Januari hingga Maret 2025, Indonesia mengimpor susu kedelai dengan besaran 9,94 ribu ton atau senilai US$ 6,39 juta.
Dua negara penyumbang impor susu kedelai ke Indonesia yaitu Malaysia dan Thailand. Ekspor susu kedelai dari Malaysia tercatat sebesar 78,06% dengan volume sebesar 7,76 ribu ton dan Thailand sebesar 21,48% dengan volume sebesar 2,14 ribu ton.
Sejauh ini Indonesia tidak mendatangkan minuman susu kedelai dari AS.

