Mensesneg Sebut 53 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi pada Tahun Ajaran 2025/2026
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) Prasetyo Hadi menargetkan, sebanyak 53 sekolah rakyat akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Demikian disampaikan seusai pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dan Deputi Bidang SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata, hingga seluruh direksi BUMN Karya.
“Insyaallah persiapan pembukaan sekolah rakyat akan terealisasi pada Juni 2025 di sekitar 53 titik lokasi,” kata Prasetyo di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2025).
Baca Juga
50 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Dapat Anggaran Rp 100 Miliar per Sekolah
Dikatakan Prasetyo, sekolah-sekolah ini akan memanfaatkan bangunan yang sudah ada, termasuk aset milik Kementerian Sosial, pemerintah provinsi, maupun kabupaten/kota. Namun, bangunan-bangunan tersebut membutuhkan renovasi dan penambahan fasilitas agar layak digunakan sebagai sarana belajar mengajar.
“BUMN (Karya) akan bertugas melakukan renovasi terhadap aset-aset yang sudah tersedia. Selain itu, ada beberapa sekolah baru yang akan dibangun di lokasi yang diusulkan oleh pemerintah daerah,” tambah dia.
Pemerintah tengah berupaya menyiapkan 200 sekolah rakyat sebagai instrumen pengentasan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Baca Juga
Lapor ke Prabowo, Gus Ipul Sebut 50 Sekolah Rakyat Sudah Siap Beroperasi
“Jadi, kita berusaha, targetnya untuk tahun ini akan memulai sebanyak 200 sekolah. Yang 53 (sekolah) pada posisi sudah siap untuk tahun ini, hanya melakukan perbaikan-perbaikan, tetapi sisanya 147 (sekolah) kita harus bangun baru,” kata Prasetyo di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2025).
Meski demikian, Mensetneg belum dapat memastikan anggaran pembangun 147 sekolah rakyat tersebut. “Sedang dihitung semua, tetapi ini sudah menjadi keputusan pemerintah, insyaallah anggarannya tidak ada masalah, sudah disiapkan,” ucap Prasetyo.
Prasetyo menyampaikan, pemerintah akan memprioritaskan sekolah rakyat di daerah garis kemiskinan. “Sebagaimana yang sudah disampaikan Pak Mensos (Saifullah Yusuf), bahwa titik-titik kita prioritaskan di kantong-kantong, saudara-saudara kita masih berada di garis kemiskinan,” tutur dia.
Baca Juga
Rapat dengan Prabowo, Mendagri Ungkap 184 Daerah Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat
Sementara, Menteri PU Dody mengungkapkan potensi titik pendirian sekolah rakyat sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
“Ada beberapa tempat, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan (Sumsel), Sumatera Utara (Sumut), Lampung,” ujar Dody.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) pernah mengungkapkan, anggaran program sekolah rakyat rata-rata menyentuh Rp 100 miliar per sekolah. “Tergantung kebutuhan masing-masing lokasi, rata-rata ya Rp 100 miliar. Untuk satu sekolah,” kata kata Cak Imin beberapa waktu lalu di Istana Kepresidenan Jakarta.

