Menko Perekonomian: Pendirian Bullion Bank Berada di Waktu yang Tepat
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pendirian bullion bank atau bank emas menjadi momentum yang tepat. Ini karena emas menjadi salah satu safe haven di tengah ketidakpastian perekonomian global akibat penetapan tarif impor Amerika Serikat (AS).
“Peluncuran bullion (bank) oleh presiden sangat tepat waktu. Emas kini menjadi instrumen lindung nilai yang penting, di samping dolar AS,” kata Airlangga, dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia, yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Airlangga mengatakan, sudah terdapat dua bulion bank yang siap beroperasi. Meski begitu, proses operasional memerlukan regulasi tambahan karena transaksi bullion bank tidak bersifat gadai. Melainkan dalam bentuk deposito yang bisa dijaminkan.
Dia beharap regulasi agar bullion bank dapat masuk dalam sistem perbankan nasional dapat dipercepat.
Baca Juga
Airlangga menjelaskan penetapan tarif impor yang disampaikan Presiden AS Donald Trump telah memicu lonjakan ketidakpastian ekonomi dan persepsi risiko global. Meski begitu, ancaman triple shocks terjadi, yang menyebabkan gejolak di pasar keuangan dunia dan pelemahan mata uang negara-negara berkembang.
“Banyak korporasi global menahan ekspansi dan investasi, konsumsi ikut menurun,” kata dia.
Penurunan juga diikuti oleh harga komoditas strategis dunia. Minyak mentah Brent turun 20%, batu bara turun menjadi US$ 97 per ton, dan harga crude palm oil (CPO) yang juga turun.
“Satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan adalah emas,” ujar dia.
Baca Juga
OJK Targetkan Roadmap Kegiatan Usaha Bulion Rampung Agustus 2025
Penurunan harga komoditas juga terjadi di komoditas pangan. Harga kedelai, gandum, dan emas, mengalami penurunan. “Penurunan harga komoditas global ini akan menahan tekanan inflasi di dalam negeri,” kata dia.
Airlangga menekankan, dalam jangka pendek, daya beli masyarakat terus dijaga melalui berbagai program semisal bantuan sosial, THR, dan stabilisasi harga pangan. Stimulus ekonomi di antaranya diskon tarif di awal tahun, subsidi motor listrik, dan relaksasi PPN properti sudah diberikan.

