Menko Airlangga: Bullion Bank Diluncurkan di Saat Tepat
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa pembentukan Kegiatan Usaha Bullion (KUB) atau bank emas (bullion bank) menjadi momentum yang tepat. Sebab, emas menjadi salah satu safe haven di tengah ketidakpastian perekonomian global akibat penetapan tarif impor Amerika Serikat (AS) dan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Peluncuran bullion (bank) oleh presiden pada 26 Februari 2026 sangat tepat waktu. Emas kini menjadi instrumen lindung nilai yang penting, di samping dolar AS,” kata Airlangga, dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia, yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Dia mengatakan, sudah terdapat dua bulion bank yang siap beroperasi. Meski begitu, proses operasional memerlukan regulasi tambahan karena transaksi bullion bank tidak bersifat gadai. Melainkan dalam bentuk deposito yang bisa dijaminkan.
Baca Juga
Menko Airlangga: Pasar Domestik dan APBN Jadi Peredam Guncangan Ekonomi Global
Dia beharap adanya percepatan regulasi bullion bank, sehingga bisa masuk lebih cepat dalam sistem perbankan nasional.
Airlangga mengungkapkan bahwa penetapan tarif impor yang disampaikan Presiden AS Donald Trump telah memicu lonjakan ketidakpastian ekonomi dan persepsi risiko global. Meski begitu, ancaman triple shocks terjadi, yang menyebabkan gejolak di pasar keuangan dunia dan pelemahan mata uang negara-negara berkembang. “Banyak korporasi global menahan ekspansi dan investasi, konsumsi ikut menurun,” kata dia.
Penurunan juga diikuti oleh harga komoditas strategis dunia. Minyak mentah Brent turun 20%, batu bara turun menjadi US$ 97 per ton, dan harga crude palm oil (CPO) yang juga turun. “Satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan adalah emas,” ujar dia.
Penurunan harga komoditas juga terjadi di komoditas pangan. Harga kedelai, gandum, dan emas, mengalami penurunan. “Penurunan harga komoditas global ini akan menahan tekanan inflasi di dalam negeri,” kata dia.
Dalam jangka pendek, diamenekankan, daya beli masyarakat terus dijaga melalui berbagai program, seperti THR, dan stabilisasi harga pangan. Stimulus ekonomi di antaranya diskon tarif di awal tahun, subsidi motor listrik, dan relaksasi PPN properti sudah diberikan.
Dorong PDB
Dia mengatakan, implementasi keigatan usaha bullion (KUB) bisa mendongkrak pendapatan domestic bruto senilai Rp 164,8 triliun dalam beberapa tahun mendatang. Tak hanya itu kegiatan ini bisa mengerek investasi bernilai Rp 111,6 triliun dan meningkatkan konsumsi domestic senilai Rp 261 triliun.
Selain keuntungan tersebut, dia mengatakan, penguatan KUB akan berdampak terhadap hilirisasi industry emas nasional. Kegiatan ini juga bisa menciptakan penghematan devisa hingga Rp 200 triliun per tahun. “KUB juga bisa mendiversifikasi produk jasa keuangan dan meningkatkan kapasitasn pembiayaan,” ungkapnya.
Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia merupakan produsen emas terbesar keenam di dunia tahun 2023 dengan produksi mencapai 110 ton dan cadangan emas mencapai 2.600 ton. Saat ini juga terdapa sebanyak 1.800 ton emas di masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk perekonomian.

