Harapkan Masyarakat Nabung Emas, Erick Thohir Dorong Pendirian Bullion Bank
JAKARTA, investortrust.id - Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan agar Indonesia memiliki bullion bank atau tempat penyimpanan emas sendiri. Dengan demikian, masyarakat bisa mengenal cara menabung yang baru, yakni menggunakan emas.
"Kita tidak punya bullion bank. Kalau ini sudah terjadi, artinya masyarakat mulai mengenal tabungan emas. Kita ada bank syariah, ada Pegadaian, kita coba dorong masyarakat juga mulai menabung emas," kata Erick Thohir di Jakarta, Kamis, (7/11/2024).
Hal itu disampaikan Erick usai penandatanganan kesepakatan jual beli emas antara PT Aneka Tambang (Antam) dengan PT Freeport Indonesia. Dalam kesepakatan tersebut, Antam akan membeli 30 ton emas dari Freeport setiap tahunnya selama lima tahun ke depan.
Baca Juga
Erick Thohir pun mengapresiasi hal tersebut karena selain merupakan bentuk dari hilirisasi, kolaborasi ini juga akan membuat negara melakukan penghematan devisa hingga hampir Rp 200 triliun. Sebab, selama ini Antam selalu impor bahan baku emas berupa ingot.
“Tetapi tidak cukup sampai di situ, kembali base dari ekonomi masyarakatnya harus terus digali, misalnya untuk deposito atau tabungan emas. Bagaimana pasar logam ini juga kita menjadi bagiannya. Itu hilirisasi juga,” jelas dia.
Baca Juga
Teken Kesepakatan, Antam bakal Beli 30 Ton Emas per Tahun dari Freeport
Disampaikan oleh Erick, saat ini Indonesia menjadi negara dengan cadangan emas nomor enam terbesar di dunia karena memiliki 2.600 ton. Namun, dari sisi cadangan emas batangan, Indonesia berada di posisi ke-43 dunia dengan jumlah 78,5 ton.
“Ini (bullion bank) akan meningkatkan tadi reserve-nya yang tadi 78,5 ton itu bisa terus naik nanti. Peningkatan itu bukan hanya dilakukan oleh negara sendiri, tapi bersama masyarakat yang memang kita pastikan ekonominya makin hari makin baik,” ujar Erick.

