Jelang Libur Nyepi-Lebaran, Rupiah Menguat ke Rp 16.566/USD
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah ditutup menguat dalam perdagangan valas Kamis (27/03/2025) sore, menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1446 H. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat, menjelang momen Lebaran ini, kurs rupiah lanjut terapresiasi 22 poin (0,13%) ke level Rp 16.566 per dolar Amerika Serikat.
Dari data perdagangan di pasar spot valas yang dihimpun Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak menguat 19 poin (0,11%) ke level Rp 16.555 per dolar AS. Kemarin, kurs mata uang Garuda berada di posisi Rp 16.574 per dolar AS.
Baca Juga
Dana Asing Berbalik Masuk dan Rupiah Menguat Sepekan, Ada Apa?
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, menguatnya nilai tukar rupiah hari ini tidak lepas dari adanya sentimen global menjelang diberlakukannya tarif impor dagang oleh Presiden AS Donald Trump. Pada Rabu, Trump mengumumkan niatnya untuk mengenakan tarif impor sebesar 25% pada semua mobil dan suku cadang impor, yang berlaku mulai tanggal 2 April.
"Pasar dengan hati-hati menilai potensi dampak tarif tersebut. Ini dapat menyebabkan implikasi ekonomi yang lebih luas, yang memengaruhi permintaan minyak dan stabilitas pasar," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Kamis (27/03/2025).
Baca Juga
Trump akan Kenakan Tarif Impor Mobil 25%, Industri Otomotif RI Terdampak?
Industri otomotif ini merupakan konsumen energi yang signifikan, khususnya minyak. Tarif impor yang menaikkan harga kendaraan dapat menekan penjualan mobil, yang berpotensi mengurangi produksi. Akibatnya, permintaan akan produk minyak bisa turun.
Sementara itu, dari dalam negeri, pasar akan memasuki periode panjang libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Lebaran, yang berlaku mulai 28 Maret-7 April 2025.

