Bagikan

Tolak Intervensi Pemerintah di Pasar Modal, Rupiah Anjlok Terendah Rp 16.622/USD


JAKARTA, investortrust.id - Selain faktor eksternal meningkatnya perang tarif dan ketegangan geopolitik, investor menolak intervensi pemerintah Indonesia di pasar modal sehingga mendorong rupiah anjlok di level terendah tahun ini, menembus level psikologis Rp 16.600 per dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data kurs Jisdor BI, rupiah ditransaksikan Rp 16.622 per dolar AS pada penutupan transaksi valas antarbank Selasa (25/03/2025) sore, melemah 61 poin atau 0,37% dibandingkan pada 24 Maret 2025 sebesar Rp 16.561 per dolar AS.

"Dari segi internal, kita tahu ada soal Danantara. Ada juga permasalahan tentang ucapan-ucapan presiden yang mengatakan bahwa saham adalah judi, kemudian indeks saham jatuh tidak ada hubungannya dengan masyarakat kelas bawah dan lain-lain. Ini juga membuat frustasi bagi para investor, sehingga banyak dana asing keluar dari pasar modal Indonesia. Di sisi lain, Danantara yang kemarin kepengurusannya sudah dibentuk, saya melihat hal itu kemudian membuat asing kembali keluar. Kenapa? Karena tidak mau pasar modal itu diintervensi oleh pemerintah," ujar analis rupiah Ibrahim Assuaibi, pada Selasa (25/03/2025). 

Baca Juga

Cek Breaking News, Analis Paparkan Penyebab Rupiah Anjlok Terdalam Tahun Ini


Ia mengatakan, investor melihat bahwa pemerintah Indonesia terus melakukan intervensi. Apalagi, Bareskrim juga sudah membuat statement akan mengawasi pasar modal dan ini adalah intervensi pemerintah terhadap mekanisme pasar, terhadap pasar modal, sehingga dianggap tidak aman bagi para investor.


Investor menginginkan pemerintah RI dan lembaga-lembaga tertentu hanya mengawasi saja. Intervensi ini salah satu yang membuat rupiah terus mengalami pelemahan.






Baca Juga

Tony Blair dan Sri Mulyani Tak Disebut Saat Launching Pengurus Danantara, Ada Apa?

 
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024