Rupiah Turun Signifikan! BI Pastikan Gunakan Seluruh Instrumen untuk Intervensi Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah setelah terjadi penurunan tajam selama beberapa hari terakhir. Kemarin, rupiah ditutup anjlok ke level Rp 16.752 per dolar AS.
“Bank Indonesia menggunakan seluruh instrumen yang ada secara bold, baik di pasar domestik melalui instrumen spot (DNDF) Domestic Non-Deliveable Forward, dan pembelian SBN di pasar sekunder, maupun di pasar luar negeri di Asia, Eropa, dan Amerika secara terus menerus, melalui intervensi NDF," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dalam keterangan resminya, Jumat (26/9/2025).
Perry mengatakan BI yakin bahwa seluruh upaya yang dilakukan dapat menstabilkan nilai tukar rupiah, sesuai nilai fundamentalnya.
Baca Juga
Bank Indonesia juga mengajak seluruh pelaku pasar untuk turut bersama-sama menjaga iklim pasar keuangan yang kondusif, sehingga stabilitas nilai tukar rupiah dapat tercapai dengan baik.
Sebelumnya diberitakan, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat kondisi rupiah yang berakhir dengan terperosok ke level Rp 16.752 per US$.
Rupiah mengalami pelemahan -70 poin atau terdepresiasi -0,43% dibandingkan Rabu (24/9/2025) yang sebesar Rp 16.680 per US$.
Baca Juga
IHSG Mendadak Anjlok 1,06% Hari Ini, Analis Soroti Sejumlah Faktor Ini
Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo mengatakan BI memang menghadapi tantangan serius dari para spekulan. "Secara sederhana, NDF dan DNDF adalah pasar derivatif di mana orang-orang bisa bertaruh pada pergerakan nilai tukar rupiah tanpa benar-benar memiliki rupiah,” kata Sutopo, Kamis (25/9/2025).
Sutopo mengatakan, spekulasi ini sering kali memicu volatilitas yang tidak mencerminkan kondisi perekonomian riil di Indonesia. Ketika spekulan memperkirakan rupiah akan melemah, mereka menekan rupiah di pasar NDF.

