Jelang Panen Raya, Bapanas Ajak Kadin Investasi Mesin Penggilingan Padi
BEKASI, investortrust.id - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berinvestasi mesin penggilingan padi, untuk menyambut panen raya. Maret dan April akan menjadi momen krusial panen raya padi di Tanah Air.
“Kemarin saya bertemu beliau dan teman-teman pengusaha. Kami tawarkan untuk membuat satu paket paddy to rice machine (penggilingan padi),” kata Arief, saat peluncuran Gerakan Pangan Murah di Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (22/03/2025).
Baca JugaAnin Berharap Gerakan Pangan Murah Jadi Inspirasi di Ramadan
Minimal Rp 10 Miliar
Arief mengatakan, investasi untuk penggilingan padi memerlukan dana setidaknya Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar. Dia juga menyebut keuntungan paket tersebut, para pengusaha dapat menjadi standby-buyer.
“Jadi begitu padi dikeringkan, siap mau dijual dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG), diturunkan kadar airnya, dikirimkan ke Wilmar. Perusahaan itu siap menerima karena kurang gabah,” kata dia.
Baca JugaBank Mandiri Taspen Perkuat Program Tiga Mantap, Cek Keuntungannya
Arief mengatakan, banyak sekali peluang terkait proses pengolahan padi menjadi beras siap jual. Ke depan, dia berharap Kadin Indonesia juga dapat berperan menjembatani petani di sentra produksi dengan pembeli tetap.
“Ini bisa menjadi penghubung stand by buyer atau off taker,” ujar dia.
Bekerja Nyata
Pada acara yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N Bakrie mengatakan akan bekerja secara nyata dengan berbagai pihak. Dia berharap dapat mengajak pelaku pasar menggerakkan ekonomi agar industri yang ada dapat berjalan.
“Yang paling penting masyarakat menerima manfaatnya,” tandas Anindya.
Anindya memaparkan pihaknya telah meluncurkan program hasil terbaik cepat (quick wins). Ini mencakup dukungan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendukung program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), membantu program rumah layak huni dan terjangkau, serta membantu peran pekerja migran.
Anindya menyebut salah satu irisan yang terhubung dengan Bapanas yaitu program ketahanan pangan. ”Jadi kalau dulu Kadin sangat identik dengan program industri-industri besar, infrastruktur, sekarang 70% ketahanan pangan jadi rebutan,” ujar dia.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pertanian Devi Erna Rachmawati mengatakan, selain melakukan operasi pasar dengan Bapanas, diharapkan terjadi kolaborasi lain untuk mendukung sektor pertanian. Devi menyebut, kolaborasi yang terjalin dapat memiliki peran dalam menjaga angka inflasi sesuai target sasaran pemerintah.
“Setelah Ramadan, kita berharap tidak hanya operasi pasar, tapi juga ada kegiatan untuk urban farming,” kata Devi.

