Perry: IMF Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,0%, Melebihi Malaysia dan Singapura
JAKARTA, investortrust.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut, International Monetary Fund memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 mencapai 5,0%. Ini lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi negara tetangga, seperti Malaysia 4,4%, Thailand 2,7%, dan Singapura 2,1%.
“Perekonomian Indonesia disebut sebagai salah satu negara berkembang yang kuat dalam menghadapi dampak rambatan global akibat ketidakpastian penurunan Fed Funds Rate (FFR) dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Capaian positif ini mengemuka dalam Sidang IMF-World Bank di Washington DC pada April 2024,” kata Perry dalam keterangan pada akhir pekan ini, usai bersama Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menghadiri Sidang IMF-World Bank di Washington DC, Amerika Serikat.
Baca Juga
Menkeu: European Investment Bank Tertarik Kolaborasi Pembiayaan Hijau dengan Indonesia
Perry membeberkan, Indonesia juga sempat disebut IMF sebagai “the bright spot in the dark” pada 2022. Kini, lanjut dia, perekonomian Indonesia kembali menunjukkan kinerja positifnya.
Komitmen Stabilisasi Rupiah
Saat menghadiri pertemuan IMF-World Bank tersebut, Perry juga menyampaikan komitmen Bank Indonesia dalam stabilisasi nilai tukar rupiah. Hal ini untuk memperkuat ketahanan eksternal.
“Kami terus memastikan stabilitas rupiah tetap terjaga. Ini dengan intervensi valuta asing dan langkah-langkah lain yang diperlukan,” tandasnya.
Baca Juga
Dana Asing Keluar Rp 22,3 Triliun dari Pasar Keuangan RI Sepekan, Yield SBN Nyaris 7%
Bukan hanya itu, demi mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia, BI juga akan melakukan pengelolaan aliran portofolio asing yang ramah pasar. Selain itu, operası moneter yang “pro-market” dan terintegrasi dengan pendalaman pasar uang.
“Sederet upaya yang telah dilakukan, terbukti telah membuahkan hasil. Kinerja perekonomian nasional mendapat pengakuan dunia melalui lembaga pemeringkat Moody’s. Indonesia kembali berhasil mempertahankan Sovereign Credit Rating pada peringkat Baa2, satu tingkat di atas investment grade, dengan outlook stabil. Hebat ya, capaian perekonomian kita?” paparnya.
Penghargaan itu sejalan dengan hasil asesmen yang dilakukan Moody’s bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga. Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil.

