Rupiah Dibuka Makin Melemah Rabu
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah melemah kembali dalam pembukaan perdagangan di pasar spot valas Rabu (26/02/2025), imbas masih tertekan indeks dolar Amerika Serikat. Yahoo Finance merilis mata uang Garuda bergerak melemah 35 poin (0,21%) le level Rp 16.374 per dolar AS.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, saat ini, investor menunggu estimasi kedua untuk pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS kuartal IV-2024, serta laporan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) mendatang. "Keduanya akan menawarkan wawasan utama tentang prospek ekonomi dan kebijakan moneter," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/02/2025).
Baca Juga
Tarif Kanada-Meksiko Diberlakukan
Sementara itu, risalah Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru menunjukkan The Fed berpikir mungkin tepat untuk menghentikan penjualan aset hingga dinamika plafon utang teratasi. Hal ini menyiapkan panggung untuk kemungkinan berakhirnya pengetatan kuantitatif.
Sebelumnya, berdasarkan catatan Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo, indeks dolar menguat ke sekitar 106,7 pada hari Selasa, (25/2/2025), pulih dari posisi terendah dalam 11 pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa tarif impor baru untuk Kanada dan Meksiko akan diberlakukan setelah periode penundaan satu bulan berakhir minggu depan.
Baca Juga
Sutopo menuturkan harapan bahwa kedua negara itu dapat mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Trump untuk menunda tarif lebih lanjut pupus oleh komentar Sang Presiden, yang menyebabkan pasar menyesuaikan ekspektasi mereka.
Di sisi lain, pekan lalu, PMI Global S&P secara tidak terduga menunjukkan kontraksi di sektor jasa, meski ada pertumbuhan yang kuat di sektor manufaktur. "Untuk sentimen konsumen AS melemah, didorong oleh kekhawatiran tentang inflasi yang terus-menerus," katanya kepada Investortrust, Selasa (25/2/2025).

