JAKARTA, investortrust.id- Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan Selasa (25/02/2025). Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat mata uang rupiah melemah 13 poin (0,07%) ke level Rp 16.316 per dolar AS.
Sementara pada perdagangan di pasar spot valas, Yahoo Finance merilis mata uang Garuda bergerak melemah signifikan 71 poin (0,44%) ke level Rp 16.340 per dolar AS. Posisi itu melanjutkan pelemahan kurs rupiah pada perdagangan kemarin, yang ditutup di level Rp 16.269 per dolar AS.
"Indeks dolar AS tercatat menguat ke sekitar 106,7 pada hari Selasa (25/2/2025) ini, pulih dari posisi terendah dalam 11 pekan. Ini setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa tarif impor untuk Kanada dan Meksiko akan diberlakukan setelah periode penundaan satu bulan berakhir minggu depan," kata Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo kepada Investortrust, Jakarta, Selasa (25/02/2025).
Sutopo menuturkan, harapan kedua negara tetangga AS untuk mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Trump guna menunda tarif impor lebih lanjut pupus oleh komentar Sang Presiden. Hal ini menyebabkan pasar menyesuaikan ekspektasi mereka.
Perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdasarkan kurs Jisdor BI dalam lima tahun terakhir, hingga 25 Februari 2025. Infografis: Diolah Riset Investortrust.
Laporan Indeks PCE Sutopo mengatakan, saat ini, investor fokus pada laporan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan datang, serta estimasi kedua pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal keempat negeri Paman Sam. Hal itu dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter di masa mendatang.
Pekan lalu, PMI Global S&P secara tidak terduga menunjukkan kontraksi di sektor jasa. Namun, ada pertumbuhan yang kuat di sektor manufaktur.
"Untuk sentimen konsumen AS melemah. Ini didorong oleh kekhawatiran tentang inflasi yang terus-menerus," katanya.