Saham GOTO Diprediksi Masih Bertenaga ke Level 70, Ini Sentimennya
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diperkirakan masih akan mengalami tekanan, seiring munculnya kabar tentang rencana penjualan saham beberapa pendirinya.
Analis Senior Muhammad Alfatih mengatakan, informasi rencana penjualan saham pemegang saham awal emiten teknologi ini merupakan sentimen negatif yang menyulitkan penguatan saham GOTO.
“Exit strategy pemegang saham awal GOTO, sebelum IPO perlu jadi perhatian pelaku pasar, apalagi mereka memiliki banyak saham dengan modal awal yang lebih kecil (dari harga saham GOTO saat ini),” paparnya dalam sebuah diskusi akhir pekan lalu.
Baca Juga
Secara teknikal saham GOTO dikatakan Alfatih masih dalam tren turun, meski peluang kenaikan jangka pendek masih ada.
“Tetapi sebelum GOTO naik ke level Rp 67 atau Rp 70 per saham masih agak berat bagi saham ini untuk rally menuju tren naik,” papar Vice President PT Samuel Sekuritas tersebut.
Terkait rencana GOTO untuk memperkuat layanan Gopay dikatakannya belum cukup kuat menopang saham GOTO, terlabih realisasinya belum cukup terlihat.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Rebound Tipis-Tipis, Cek BBCA, HMSP, NCKL dan LPPF
Secara jangka menengah saham GOTO diperkirakan berpotensi Kembali menggapai level bottom di angka Rp 53 atau Rp 54.
Untuk itu bagi pelaku pasar yang ingin berspekulasi pada saham ini, disarankan untuk bermain jangka pendek, sebab batas atas saham ini berada di level Rp 64.
“Trader yang main jangka pendek harus sigap, karena potensi penurunan jangka menengah peluangnya besar. Kecuali jika saham ini bisa bertahan cukup lama di harga Rp 67 - Rp 70, mungkin GOTO akan terus rally,” imbuhnya.
Adapun terkait prospek saham teknologi secara umum dikatakan Alfatih masih mengalami tekanan seiring kenaikan suku bunga. “Sentimen suku Bungan pemberat bagi pasar secara umum, termasuk sektor teknologi,” pungkasnya.

