Program 3 Juta Rumah Dijanjikan Tak Akan Bebani APBN 2025
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjamin kebijakan program 3 juta rumah yang dibuat Presiden Prabowo Subianto tidak akan membebani APBN. Sebagai langkah antisipasi belanja yang membengkak, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengembangkan berbagai pembiayaan kreatif.
“Sehingga dari sisi APBN disiplin fiskalnya tetap terjaga namun responsif dan mampu memiliki daya dukung yang lebih besar, tidak hanya untuk perumahan tapi juga sektor lain,” kata Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Selain dari sisi fiskal, Sri Mulyani juga akan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk berkoordinasi mengenai kebijakan moneter. Dengan itu, harapan mendukung pertumbuhan ekonomi 8% dan pembukaan lapangan kerja dapat terwujud.
“Dan tetap menjaga stabilitas keuangan maupun stabilitas tingkat harga,” kata dia.
Baca Juga
Pemerintah Akan Terbitkan SBN Perumahan, BI Bakal Beli di Pasar Sekunder?
Ketua Komisi XI Mokhamad Misbakhun menjelaskan salah satu pembiayaan kreatif yang digunakan yaitu penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) khusus untuk perumahan. Tetapi, model instrumen pembiayaan ini perlu dibicarakan dengan parlemen untuk mendapatkan persetujuan.
“Bagaimanapun juga program Bapak Presiden Prabowo soal perumahan ini adalah program yang harus terwujud dan harus bisa dilaksanakan,” ujar Misbakhun.
Menurut Misbakhun, dukungan likuiditas menjadi faktor kunci pembiayaan program 3 juta rumah. Sebab, likuiditas itu dapat menjadi cara untuk mengatasi backlog.
Meski demikian, mekanisme pembiayaan itu akan menunggu rapat dengan Komisi XI. “Mekanismenya dibentuk seperti apa, pembentukan likuiditasnya, dan akan diarahkan ke program apa, silakan tunggu,” kata dia.
Misbakhun tak menjelaskan secara rinci apakah nantinya pembiayaan program 3 juta akan menggunakan pendanaan dari APBN. “Tunggu saja nanti seperti apa skema yang disiapkan,” ucap dia.

