Indikator: Lebih dari 88% Publik Yakin Pemerintah Bisa Menghadapi Tantangan Ekonomi Global
JAKARTA, investortrust.id – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menginformasikan, lebih dari 88% masyarakat yakin pemerintah dapat menghadapi tantangan ekonomi global. Data ini merupakan hasil survei terhadap pemerintahan baru.
Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi, dengan catatan khusus.
“Lebih dari 88% masyarakat yakin pemerintah dapat menghadapi tantangan ekonomi global. Pemerintah perlu menjaga kepercayaan dan optimisme masyarakat dengan melahirkan kebijakan yang matang demi menjaga pertumbuhan ekonomi,” ujar Burhan dalam SMBC Indonesia Economic Outlook 2025 di Hotel Indonesia Kempinski, Selasa (18/2/2025).
Dia juga memandang, stabilitas politik di tingkat masa, pada 100 hari Pemerintahan Prabowo Subianto mendapatkan apresiasi cukup besar. Pasalnya, data survei Kompas menunjukkan kepuasan masyarakat hingga 80,9%, Lembaga Survei Indonesia 81%, dan Indikator Politik 79,3%.
Baca Juga
Bank Dunia: Tarif Impor AS ke Negara Mitra Akan Tekan Pertumbuhan Ekonomi Global 0,2%
“Jadi dari 10 orang Indonesia, 8 di antaranya approved terhadap apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo,” tegas Burhan.
Namun data-data tersebut berbeda dengan hasil survei non-probabilitas yang dilakukan Celios. Menggunakan populasi responden yang mayoritas berprofesi sebagai wartawan, survei Celios menunjukan tingkat kepuasan sekitar 50% terhadap kepemimpinan Prabowo.
“Perbedaannya di metodologi. Survei Celios, populasinya adalah wartawan, bukan warga negara secara umum,” sambung dia.
Dalam seminar bertajuk ‘Peluang dan Tantangan 2025: Sinergi Sektor Publik dan Swasta’ itu, turut dibahas pentingnya menjaga kondisi stabilitas politik yang sehat demi stabilitas ekonomi. Sebab, kedua hal ini pada akhirnya akan menentukan tingkat kepercayaan pasar dan kesehatan iklim investasi di dalam negeri.
Baca Juga
DEN Minta Pemerintah Waspadai Perlambatan Ekonomi Global, Ini Alasannya
Anggota Dewan Ekonomi Nasional Chatib Basri menambahkan, pemerintah perlu mendorong progres negara di bidang ekonomi hijau. “Dengan melihat kondisi iklim dunia saat ini, komitmen pemerintah untuk mengembangkan energi hijau demi mencapai emisi nol bersih pada 2060 menjadi semakin penting,” tegas dia.
Chatib menjelaskan, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Kebijakan yang mendukung transisi ke ekonomi hijau pun dapat menarik investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Optimisme yang sama juga ditunjukkan oleh Direktur Utama PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) Henoch Munandar. Pasalnya dia menegaskan, perbankan Indonesia telah menunjukkan resiliensi yang sangat baik selama 2024.
“Sejalan dengan semangat kolaborasi SMBC Indonesia, kami beraspirasi agar diskusi ini dapat menumbuhkan kemitraan pemerintah dan swasta untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai segmen,” pungkasnya.

