Rupiah Dibuka Menguat dari Dolar, Imbal Hasil Obligasi AS Jadi Alasan
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah dibuka menguat dari dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan Jumat (14/2/2025). Yahoo Finance merilis kurs rupiah bergerak menguat 55 poin (0,34%) ke level Rp 16.294 per dolar AS.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun turun di bawah 4,55%, menyusul pengumuman Presiden Trump untuk mempertimbangkan tarif timbal balik pada negara asing, karena investor lebih fokus pada ketidakpastian kebijakan perdagangan daripada data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, penurunan imbal hasil menandakan permintaan untuk aset yang lebih aman di tengah kekhawatiran atas potensi kenaikan biaya yang didorong tarif.
"Hal itu membuat dapat semakin memicu inflasi," kata Andry melalui keterangan tertulis, Jumat (14/2/2025).
Trump menandatangani tindakan yang mengarahkan Perwakilan Dagang dan Sekretaris Perdagangan AS untuk mengusulkan pungutan khusus negara baru, sebuah proses yang mungkin memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Sementara harga produsen pada Januari 2025 melampaui ekspektasi, dengan nilai bulan sebelumnya direvisi naik tajam. Imbal hasil 10 tahun telah naik di atas 4,65% pada hari sebelumnya, tertinggi dalam tiga minggu, setelah data inflasi menimbulkan kekhawatiran bahwa Fed mungkin menunda penurunan suku bunga.
Inflasi utama mencapai 3% pada Januari-25, dengan inflasi inti sebesar 3,3%, didorong oleh kenaikan harga di sektor jasa transportasi dan tempat tinggal.

