DEN Minta Pemerintah Waspadai Perlambatan Ekonomi Global, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu meminta pemerintah mewaspadai perlambatan ekonomi global pada 2025. Jika tidak diantisipasi, perlambatan ekonomi dunia bisa berdampak ke perekonomian domestik.
“Perekonomian global belum sepenuhnya pulih sejak krisis keuangan global dan pascapandemi. Jadi, kita berada dalam lintasan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat,” kata Mari Pangestu saat berbicara dalam Mandiri Investment Forum (MIF) 2025 di Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Baca Juga
DEN Ingatkan Jangan Melukai Investor untuk Cegah Capital Outflow
Dari sisi perdagangan, menurut Mari, terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) memunculkan kekhawatiran terhadap meningkatnya defisit neraca perdagangan.
Di sisi lain, kata Mari Pangestu, kebijakan Trump memberlakukan tarif impor yang tinggi akan mendorong inflasi global.
“Dengan begitu, kita berada di dunia dengan pertumbuhan yang lambat dan suku bunga yang tinggi dalam waktu yang lama,” ucap dia.
Mantan menteri perdagangan (mendag) itu mengungkapkan, dengan kondisi global semacam itu, pemerintah akan menghadapi ruang moneter yang terbatas.
“Langkah mempertahankan BI-Rate diperlukan, namun pertimbangan lain yang menjadi perhatian yaitu perbedaan suku bunga Bank Indonesia (BI) dengan Fed funds rate (FFR) dalam selisih (spread) yang lebar,” papar dia.
Baca Juga
DEN Sampaikan Rekomendasi ke Prabowo Terkait Dampak Kebijakan Trump bagi Indonesia
Mari Pangestu menegaskan, ruang penurunan BI-Rate bukan hanya bergantung pada inflasi domestik. Lebih dari itu, penurunan suku bunga acuan juga bergantung pada inflasi di luar negeri. “Jelas, kita memiliki ruang fiskal yang terbatas,” ujar dia.
Mari menyadari keputusan pemerintah melakukan efisiensi anggaran dan memberikan stimulus bertolak belakang. Namun, pemberian stimulus dapat merangsang daya beli masyarakat yang rendah. “Jadi ini menyangkut peran konsumsi dalam ekonomi kita,” tegas dia.

