Dirjen Bea dan Cukai Ajak Kemitraan Asean untuk Awasi Perlintasan Barang Antarnegara
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani mengajak kemitraan di kawasan Asia Tenggara untuk mengawasi peredaran barang antarnegara. Kemitraan juga membantu terciptanya rantai pasok yang efisien bagi perdagangan internasional.
“Untuk menyeimbangkan kedua hal tersebut, diperlukan kolaborasi, teknologi, transparansi, dan peningkatan kapasitas, sambil terus membangun kemitraan dengan lembaga pemerintah lainnya, mitra wicara, serta sektor swasta. Menemukan keseimbangan yang tepat akan mendorong pertumbuhan ekonomi, keamanan regional, dan mewujudkan kawasan regional Asean yang makmur, ” kata Askolani dalam keterangan resminya Kamis (9/11/2023), saat menghadiri 39th ASEAN Coordinating Commitee on Costum, di Bali.
Askolani mengatakan pertemuan ini bertujuan untuk menggali prosedur kepabean dan fasilitas perdagangan di Asean. Selain itu, diskusi juga diarahkan untuk menemukan regulasi yang bisa dipatuhi dan penindakan di bidang kepabean.
Baca Juga
Anindya Bakrie Beberkan Potensi Ekonomi Indonesia dan Asean di Hong Kong–Asean Summit 2023
“Pertemuan ini juga menekankan pentingnya kemitraan yang erat antara Asean dan mitra wicara yang hadir seperti Australia, Jepang dan Korea, untuk membahas peluang-peluang kerja sama,” kata dia.
Askolani berharap delegasi yang hadir bisa menyambut baik komitmen yang diberikan oleh mitra wicara, untuk mendukung dan memperkuat integritas dan efektivitas prosedur pabean dan fasilitasi perdagangan, serta keamanan rantai pasok perdagangan di Asean.
Beberapa capaian kerja sama yang menjadi bahasan dalam pertemuan ini antara lain, implementasi Asean Harmonised Tariff Nomenclature (AHTN) 2022 di 10 negara anggota Asean dan menyiapkan ulasan AHTN 2022. Selain itu, kesepakatan mengenai implementasi Asean Customs Transit System (ACTS) di enam negara anggota Asean.
Baca Juga
Indonesia Usulkan Pembangunan Pelabuhan Terintegrasi di ASEAN, Ini Alasannya
Pertemuan ini juga menyepakati Asean Authorized Economic Operator (AOE) Mutual Recognition Arrangement (MRA) oleh 10 negara anggota Asean dan mempersiapkan implementasinya di enam negara yang siap, termasuk Indonesia.
Pertukaran dokumen elektronik melalui Asean Single Window (ASW), Asean Customs Declaration Documents (ACDD) dan e-Certificate of Origin (COO) ATIGA menjadi kesepakatan lain. “Selain itu terdapat pula pertukaran informasi intelijen dan pelaksanaan Asean Joint Costums Control,” kata dia. (CR-7)
