BPS: Inflasi HPB Capai 0,37%
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik melaporkan, inflasi harga perdagangan besar (HPB) capai 0,37% (m-to-m) pada Desember 2023. Angka inflasi HPB 0,37% masih lebih tinggi apabila dibandingkan dengan inflasi posisi November sebesar 0,26% (m-to-m).
Sementara itu, data inflasi HPB tahunan mencapai 3,14% (y-oy). Secara tahunan, inflasi HPB posisi Desember 2023 masih lebih rendah jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 5,78%.
Sektor pertanian menjadi penyumbang andil terbesar inflasi HPB di bulan Desember 2023. Dengan tingkat inflasi 1,57% (m-to-m), sektor pertanian memberikan andil 1,19% (m-to-m) terhadap akumulatif inflasi HPB.
Sementara itu sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami inflasi sebesar 0,26% (m-to-m) memberikan andil 0,00% (m-to-m). Sedangkan sektor industri yang mengalami inflasi sebesar 0,09% (m-to-m) memberikan andil 0,07% (m-to-m).
Kelompok Bangunan/Konstruksi
Sementara itu HPB kelompok bangunan/konstruksi pada Desember 2023 mengalami deflasi 0,08% (m-to-m). Angka tersebut merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan series inflasi bulan ke bulan sejak Januari 2022.
Baca Juga
Jenis bangunan instalasi listrik, gas, air minum dan komunikasi mengalami kenaikan inflasi tertinggi dengan 0,34% (m-to-m) atau turut memberikan andil sebesar 0,03% (m-to-m) terhadap inflasi HPB kelompok bangunan/konstruksi.
Sementara itu jenis bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan dan pelabuhan mengalami deflasi tertinggi dengan 0,46% (m-to-m).
BPS juga mencatat beberapa komoditas kelompok bangunan/konstruksi mengalami kenaikan dan penurunan harga. Komoditas yang mengalami kenaikan harga bulan ke bulan (m-to-m) seperti gipsum (0,05%), besi konstruksi bangunan (0,04%) dan besi beton (0,02%).
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga bulan ke bulan (m-to-m) yaitu rangka atap baja (-0,01%), lantai (-0,02%) dan solar (-0,22%).
Baca Juga

