Pemangkasan Anggaran PU Berpotensi Ciptakan Pengangguran Baru
JAKARTA, Investortrust.id - Anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin Asmoro menyoroti pemangkasan anggaran di Kementerian Pekerjan Umum (PU) yang mencapai Rp 81 triliun. Menurutnya, pemotongan anggaran tersebut akan berpotensi menciptakan pengangguran di berbagai daerah.
Syafiuddin menjelaskan, program Kementerian PU yang bisa terdampak pemangkasan anggaran adalah program padat karya. Program itu bertujuan untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Program ini melibatkan masyarakat, terutama yang miskin dan marginal, dalam kegiatan produktif. Padat karya menyerap banyak tenaga kerja," kata Syafiuddin dalam keterangan di Jakarta, dikutip Rabu (5/2/2025).
Pembangunan Jalan dan Irigasi
Ia mengatakan ada sejumlah program padat karya yang selama ini dilaksanakan Kementerian PU, yakni proyek pembangunan jalan, irigasi pertanian, sanitasi, bedah rumah, dan program lainnya. Menurutnya, program padat karya sangat bermanfaat bagi masyarakat, mengingat hasil program tersebut dirasakan langsung oleh rakyat serta dapat membuka lapangan kerja.
"Selama ini program padat karya bisa menyerap jutaan tenaga kerja. Ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat di desa-desa," ucapnya.
Oleh karena itu, ia menilai pemangkasan anggaran Kementerian PU bisa berdampak terhadap sasaran program padat karya. Berbagai hal yang bergantung pada program itu akan kena dampak negatif.
"Dampaknya pada ekonomi masyarakat, tidak hanya pada lapangan pekerjaan. Peluang mendapat pekerjaan akan sulit dan itu berpotensi menciptakan pengangguran lain," tuturnya.
Syafiuddin juga menilai pemotongan anggaran itu juga akan berdampak pada infrastruktur besar. Proyek infrastruktur besar akan berkurang dan mengurangi angka pekerja di pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.
Syafiuddin menjelaskan, program Kementerian PU yang bisa terdampak pemangkasan anggaran adalah program padat karya. Program itu bertujuan untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Program ini melibatkan masyarakat, terutama yang miskin dan marginal, dalam kegiatan produktif. Padat karya menyerap banyak tenaga kerja," kata Syafiuddin dalam keterangan di Jakarta, dikutip Rabu (5/2/2025).
Baca Juga
Anggaran PU Terpangkas Rp 81 Triliun, Begini Nasib Proyek Jalan Tol
Pembangunan Jalan dan Irigasi
Ia mengatakan ada sejumlah program padat karya yang selama ini dilaksanakan Kementerian PU, yakni proyek pembangunan jalan, irigasi pertanian, sanitasi, bedah rumah, dan program lainnya. Menurutnya, program padat karya sangat bermanfaat bagi masyarakat, mengingat hasil program tersebut dirasakan langsung oleh rakyat serta dapat membuka lapangan kerja.
"Selama ini program padat karya bisa menyerap jutaan tenaga kerja. Ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat di desa-desa," ucapnya.
Oleh karena itu, ia menilai pemangkasan anggaran Kementerian PU bisa berdampak terhadap sasaran program padat karya. Berbagai hal yang bergantung pada program itu akan kena dampak negatif.
"Dampaknya pada ekonomi masyarakat, tidak hanya pada lapangan pekerjaan. Peluang mendapat pekerjaan akan sulit dan itu berpotensi menciptakan pengangguran lain," tuturnya.
Syafiuddin juga menilai pemotongan anggaran itu juga akan berdampak pada infrastruktur besar. Proyek infrastruktur besar akan berkurang dan mengurangi angka pekerja di pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.
Saat ini, anggaran Kementerian PU tahun 2025 terpangkas Rp 81 triliun hingga menyisakan sekitar Rp 29,57 triliun, dari total semula Rp 110,95 triliun. Kementerian PU akan memperjuangkan pagu anggaran tahun 2025 dan tengah melakukan exercise kebijakan baru.
"Ya, tentunya (diperjuangkan). Kami kan sedang melakukan exercise (efisiensi anggaran), kan dipotong segitu (Rp 81 triliun). Kami exercise dulu, nanti mudah-mudahan ada hal-hal yang baru lah,” kata Wakil Menteri (Wamen) PU Diana Kusumastuti di Jakarta, Selasa (4/2/2025). (C-14)

