Salurkan Pembiayaan Rp 214 Triliun ke UMKM, PNM Layak Disebut Group Lending Terbesar Dunia
JAKARTA, investortrust.id - Pemimpin Redaksi Investortrust Primus Dorimulu mengapresiasi kontribusi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terhadap pertumbuhan UMKM di Indonesia. BUMN ini dalam 7,5 tahun terakhir telah menyalurkan pembiayaan Rp 214 triliun kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga pantas disebut sebagai group lending terbesar di dunia.
Sebagai pemred media massa, ia juga mendorong agar UMKM Indonesia dapat tumbuh dan naik kelas. Apalagi, UMKM di Tanah Air memiliki ekosistem yang besar.
"PNM dalam 7,5 tahun terakhir telah menyalurkan Rp 214 triliun kepada pengusaha UMKM Indonesia. PNM telah membantu 14,8 juta pengusaha dan sudah menyalip Grameen Bank dengan 9 juta nasabah," kata Primus dalam diskusi panel dengan tema “Bersinergi Mengembangkan Ekosistem UMKM dalam Era Digitalisasi”, yang diselenggarakan oleh Investortrust bersama PNM di Menara PNM, Jakarta, pada Selasa (07/11/2023).
Sebagai pemred media massa, ia juga mendorong agar UMKM Indonesia dapat tumbuh dan naik kelas. Apalagi, UMKM di Tanah Air memiliki ekosistem yang besar.
"Sebanyak 60% PDB (produk domestik bruto) Indonesia dikontribusi oleh UMKM. UMKM menyerap 64 juta pekerja atau 97% tenaga kerja RI," tutur Primus.
Tingkatkan Digitalisasi UMKM
Agar naik kelas, UMKM nasional perlu dibantu untuk meningkatkan digitalisasi. Primus menyebut ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan digitalisasi UMKM.
"Pertama, menjangkau masyarakat yang belum terjangkau oleh sistem keuangan dengan digitalisasi. Kedua, memaksimalkan kegunaan dompet digital atau e-wallet. Ketiga, masif membangun solusi perbankan digital, meningkat jumlah pengguna dengan cepat," sebut Primus.
Dengan pemberdayaan teknologi, mengutip catatan Menkop UKM, telah menjaring 22 juta UMKM go digital, dari total target 30 juta hingga tahun depan. Salah satunya melalui program PADI UMKM.
"Program ini mendorong transformasi BUMN untuk membantu UMKM, dengan target nilai transaksi Rp 50 triliun di tahun depan. Lewat Kementerian BUMN, pemerintah memberikan literasi kepada masyarakat, dan menyerukan kolaborasi untuk tumbuh bersama. Investortrust mendukung komitmen pemerintah untuk memberikan literasi," tutur Primus. (CR-1)
Tingkatkan Digitalisasi UMKM
Agar naik kelas, UMKM nasional perlu dibantu untuk meningkatkan digitalisasi. Primus menyebut ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan digitalisasi UMKM.
"Pertama, menjangkau masyarakat yang belum terjangkau oleh sistem keuangan dengan digitalisasi. Kedua, memaksimalkan kegunaan dompet digital atau e-wallet. Ketiga, masif membangun solusi perbankan digital, meningkat jumlah pengguna dengan cepat," sebut Primus.
Dengan pemberdayaan teknologi, mengutip catatan Menkop UKM, telah menjaring 22 juta UMKM go digital, dari total target 30 juta hingga tahun depan. Salah satunya melalui program PADI UMKM.
"Program ini mendorong transformasi BUMN untuk membantu UMKM, dengan target nilai transaksi Rp 50 triliun di tahun depan. Lewat Kementerian BUMN, pemerintah memberikan literasi kepada masyarakat, dan menyerukan kolaborasi untuk tumbuh bersama. Investortrust mendukung komitmen pemerintah untuk memberikan literasi," tutur Primus. (CR-1)

