Rupiah Merosot Seusai Libur Panjang, Ekonom Bank Mandiri Beri Penjelasan
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah dibuka merosot terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seusai libur panjang pada perdagangan Kamis (30/1/2025) pagi.
Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah melemah 73 poin (0,45%) ke level Rp 16.242 per dolar AS. Sedangkan dalam penutupan perdagangan terakhir, Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah berada pada posisi Rp 16.169 per dolar AS.
The Fed mencatat, pertumbuhan ekonomi AS tetap bagus sejalan dengan kondisi tenaga kerja yang berada pada level kuat. The Fed juga menahan diri untuk tidak menyatakan optimisme bahwa inflasi sedang mendekati target. Akibatnya, pasar memangkas posisinya yang memperkirakan dua kali penurunan suku bunga tahun ini.
Baca Juga
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, selain sentimen The Fed, para pedagang juga mengantisipasi rilis laporan indeks harga konsumen (price consumer expenditure/PCE) pada Jumat (31/1/2025), pengukur inflasi pilihan The Fed.
Sementara itu, imbal hasil Treasury AS menghadapi tekanan awal minggu ini karena kekhawatiran tantangan perusahaan rintisan Tiongkok, DeepSeek terhadap dominasi AI di AS yang memicu aksi jual di bursa saham AS.
"Para pejabat pemerintah AS juga menyampaikan pesan yang saling bertentangan apakah pemerintahan Trump akan menindaklanjuti mengenakan tarif pada Meksiko dan Kanada pada akhir minggu, seperti yang diancamkan sebelumnya," kata Andry melalui keterangan tertulis, Kamis (30/1/2025).
Baca Juga
Sebelumnya pada penutupan perdagangan Jumat (24/1/2025) lalu, kurs Bank Mandiri mencatat nilai tukar rupiah menguat 0,66% ke level Rp 16.173 per dolar AS. (terdepresiasi 0,44% year to date).
Ekonom Bank Mandiri memperkirakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.215 dan 16.298.

