Dialog dengan Warga Rempang, Menteri Bahlil Janjikan Ganti Untung
BATAM, investortrust.id -- Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melakukan dialog dengan warga Kampung Tanjung Banun di Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat sore (6/10/2023).
Dalam dialog dengan warga, Bahlil memberitahukan kepada warga tentang ganti untung yang akan diterima jika bersedia digeser atau direlokasi.
"Ini perintah langsung dari Bapak Presiden, untuk memberikan hak-haknya kepada warga di sini yang terdampak. Saya tidak mungkin mau merugikan Bapak Ibu sekalian secara besar," ujarnya kepada warga.
Dia menyebutkan, selain memberikan rumah dengan harga Rp120 juta, lahan seluas 500 m2, mengganti tanaman, mengganti keramba dan sampan warga, Menteri Bahlil juga berjanji akan mengganti lahan perkebunan milik warga.
Baca Juga
Bahlil Pastikan Warga Rempang Tidak Direlokasi ke Pulau Galang
Dia menjelaskan, apabila ada warga memiliki lahan perkebunan yang luasnya di atas 5.000 m2 sampai satu hektar, akan diganti dengan uang tunai sebesar Rp30 juta.
"Kalau ada warga yang memiliki lahan perkebunan yang luasnya di atas 5.000 meter persegi sampai satu hektar, akan kami bayar Rp30 juta. Di atas satu hektar itu diganti Rp50 juta," katanya seperti dilansir Antara.
Dia juga akan membahas secara khusus aset-aset yang dimiliki warga, untuk bagaimana cara perhitungan ganti rugi.
Selain itu, dia juga mengatakan bahwa pada tahapan relokasi tahapan pertama ini, sebanyak 70% warga Kampung Tua Pasir Panjang sudah bersedia di relokasi.
Baca Juga
Tindaklanjuti Arahan Presiden, Bahlil Tegaskan Hak Warga Rempang Dipenuhi dan Investasi Jalan Terus
"Semua masih berjalan. Di Kampung Tua Pasir Panjang saja sampai sekarang sudah 70 persen masyarakat yang menerima," jelasnya.
Usai berdialog, Menteri Bahlil juga sempat menemui warga yang melakukan aksi masih menolak pergeseran tersebut dan berdiskusi dengan beberapa perwakilan warga yang menolak.
Tidak ada kericuhan dalam aksi penolakan tersebut hingga Menteri Bahlil pergi meninggalkan lokasi.

