JAKARTA, investortrust.id- Nilai tukar rupiah masih melanjutkan tren menguat terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan spot valas, Kamis (23/1/2025). Dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 12.00 WIB, mata uang Garuda bergerak menguat 35 poin (0,22%) ke level Rp 16.244 per dolar AS.
Penguatan rupiah ini terjadi di tengah indeks dolar yang mulai longsor dari titik tertinggi tahun ini yang menembus di atas 109. Pada pukul 13.37 WIB, berdasarkan data Yahoo Finance, DXY ini berada di level 108,24.
"Pelaku pasar juga mencermati sejumlah sentimen global. Di antaranya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan inisiatif AI “Stargate”, dengan investasi senilai US$ 500 miliar yang difokuskan pada infrastruktur AI, yang bertujuan menciptakan lebih dari 100.000 pekerjaaan," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro dalam keterangan di Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Perkembangan rupiah terhadap USD berdasarkan kurs Jisdor BI dalam lima tahun terakhir, hingga 22 Januari 2025. Infografis: Diolah Riset Investortrust.
Mesin Pertumbuhan Ekonomi AS Proyek itu merupakan hasil kolaborasi dengan OpenAI, SoftBank, dan Oracle. Ini mencerminkan prioritas pemerintahan Trump pada teknologi baru sebagai mesin pertumbuhan ekonomi AS.
Sementara itu, imbal hasil 10 tahun meningkat 3,45 bps menjadi 4,61%. "Sementara dolar AS t etap stabil di 108,2, karena investor menunggu pembaruan yang jelas tentang rencana tarif Presiden AS Donald Trump. Meskipun ia menahan diri untuk mengumumkan tarif yang luas, ia mengisyaratkan akan memberlakukan bea masuk (baru) pada barang-barang Kanada, Meksiko, dan UE mulai Februari," kata Andry.