'Trump-Effect' Dorong Rupiah Menguat terhadap Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat dalam perdagangan Selasa (21/1/2025) hari ini, setelah Presiden Donald Trump resmi dilantik sebagai kepala pemerintahan Amerika Serikat (AS). Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat mata uang rupiah ditutup menguat 41 poin (0,25%) ke level Rp 16.372 per dolar AS.
Sementara itu mata uang rupiah pada pasar spot valas seperti dilansir oleh Yahoo Finance, tercatat bergerak menguat 24 poin (0,15%) ke level Rp 16.330 per dolar AS. Diketahui dalam penutupan perdagangan terakhir, Yahoo Finance menunjukkan mata uang Garuda ditutup pada posisi Rp 16.354 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menuturkan, Trump tidak mengenakan tarif perdagangan apa pun pada China, Meksiko, dan Kanada - tiga negara yang telah menjadi subjek kemarahannya dalam beberapa bulan terakhir pada hari pertama masa jabatannya sebagai Presiden. Namun Trump mengisyaratkan bahwa ia sedang mengevaluasi ulang perdagangan AS, khususnya bahwa ia akan mengenakan tarif 25% pada impor dari Kanada dan Meksiko.
Baca Juga
Menanti Dinamika Rupiah di Era Kepemimpinan Baru Donald Trump
Trump juga menandatangani perintah yang menyerukan kebijakan perdagangan America First, yang menginstruksikan lembaga federal untuk menyelidiki praktik perdagangan yang tidak adil oleh negara lain sambil juga meninjau perjanjian perdagangan saat ini.
"Perintah Trump memicu spekulasi bahwa ia masih akan mengenakan tarif perdagangan yang lebih tinggi terhadap negara-negara ekonomi utama, terutama Tiongkok. Hal ini terjadi bahkan ketika Trump mengadakan dialog positif dengan mitranya dari China Xi Jinping minggu lalu," kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (21/1/2025).
Peningkatan tarif perdagangan dapat mengganggu perdagangan global, dan juga dapat memicu tindakan balasan dari negara-negara ekonomi utama, yang memicu perang dagang global baru antara AS dan negara-negara ekonomi utama lainnya. Namun, China diperkirakan akan membuka lebih banyak stimulus dalam menghadapi perang dagang AS, yang dapat meningkatkan pertumbuhan lokal.

