Menkeu Bakal Utak Atik APBN demi Penuhi Tambahan Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mempertimbangkan keseluruhan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memenuhi tambahan anggaran program makan bergizi gratis (MBG).
“Itu dalam keseluruhan postur APBN akan dipertimbangkan seluruh yang prioritas Pak Presiden tetapkan dan akan capai,” kata Sri Mulyani di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Sri Mulyani menjelaskan akan mengkaji dari bagian mana dari akomodasi kebutuhan anggaran tersebut. Proses identifikasi terhadap anggaran itu sedang dilakukan Kementerian Keuangan.
“Supaya bisa sesuai dengan prioritas beliau dan mengurangi inefisiensi,” jelasnya.
Baca Juga
Kepala BGN Ungkap Prabowo Siapkan Anggaran Tambahan Rp 100 Triliun untuk MBG
Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan akan melihat keseluruhan postur APBN. Cara ini sesuai dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang terus fokus terhadap program prioritas dengan mengecek anggaran hingga satuan ketiga.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan jika anggaran program MBG sebesar Rp 71 triliun hanya cukup sampai Juni 2025. Angka tersebut diklaim belum mencakup seluruh anak di Indonesia.
Oleh sebab itu, Zulhas, sapaannya, menyebut bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) berencana meminta tambahan anggaran pada Juli nanti. Mereka ingin mengajukan tambahan sebesar Rp 140 triliun.
"Sekarang Rp 71 triliun sampai bulan Juni. Tapi Pak Prof. Dadan (Kepala BGN Dadan Hindayana) lagi berusaha, Bapak Menteri lagi berusaha. Nah kalau ditambah Rp140 triliun bulan Juli, maka seluruh anak akan dapat makan, berarti Rp 210 triliun," kata Zulhas pada rapat koordinasi terbatas bidang pangan Provinsi Jawa Timur, yang ditayangkan pada kanal YouTube KOMINFO MMC, Selasa (7/1/2025).
Jika pemerintah ingin menyasar seluruh anak, maka jika dari Januari-Desember pemerintah harus menggelontorkan anggaran sebesar Rp 420 triliun.
"Kalau full dari Januari sampai Desember, ya dikira-kira Rp 420 lebih triliun. Bayangkan Pak, belanja makanan Rp 420 triliun," katanya.

