Thomas Djiwandono: Pasar Tetap Terkendali, Bid to Cover Ratio SBN 2,3 Kali
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengatakan kinerja pasar Surat Berharga Negara (SBN) selama 2024 tetap terjaga baik. Imbal hasil SBN 10 tahun tetap terkendali, dengan spread terhadap US Treasury Note 10 tahun relatif sempit.
Thomas menyebut penawaran terhadap SBN juga terjaga. Ini terlihat dari bid to cover ratio SBN 10 tahun sepanjang 2024 mencapai 2,3 kali.
“Pasar SBN juga mencatat (foreign) inflow Rp 34,59 triliun secara year to date. Ini menunjukkan daya tarik SBN di mata investor domestik dan asing,” kata Thomas saat paparan APBN Kita, di kantornya, Jakarta, Senin (6/1/2025).
Baca Juga
Pendapatan Negara Naik 2,1% ke Rp 2.842,5 Triliun, Belanja Melonjak 7,3% ke Rp 3.350,3 Triliun
Pada akhir tahun 2024, spread imbal hasil US Treasury Note dengan SBN sebesar 247 basis poin (bps). Angka ini lebih rendah dari spread pada awal tahun 2024 sebesar 265 bps.
Ketidakpastian Arah Moneter Negara Maju
Meski terjaga, Thomas mengatakan tekanan imbal hasil SBN sempat mengalami fluktuasi. Pada kuartal I-2024, yield US Treasury Note dengan SBN dipengaruhi oleh tensi geopolitik di Timur Tengah, ketidakpastian arah moneter negara maju, serta kondisi menjelang pemilu di Indonesia.
“Tapi minat investor ke SBN lebih baik, tecermin dari bid to cover ratio sekitar 2,2 kali. Ini menunjukkan kepercayaan yang kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia,” ujar dia.
Pada pertengahan kuartal II-2024, ujar Thomas, kondisi politik dan moneter global masih menunjukkan tekanan. Ini ditandai serangan Iran ke Israel, lonjakan harga minyak global, dan penundaan pemangkasan Fed Funds Rate.
“Yield SBN mengalami penurunan pada April, mencerminkan persepsi positif pasar terhadap stabilitas makroekonomi sejalan dengan penurunan yield US Treasury dan pemangkasan suku bunga European Central Bank (ECB) yang pertama kali sejak 2019,” ucap dia.
Baca Juga
Yeld SBN masih menunjukkan pergerakan di akhir Juni, dengan meningkatnya tekanan di pasar global. Sementara yield US Treasury Note melanjutkan penurunannya.
Bendahara Partai Gerindra itu mengatakan, di tengah dinamika ini, minat investor terhadap lelang SBN tetap terjaga dengan baik. Seperti triwulan sebelumnya, bid to cover ratio terhadap SBN stabil di angka 2,2 kali.
“Sekali lagi menunjukkan permintaan investor cukup kuat, meski yield masih fluktuatif. Inflow ke pasar SBN yang tercatat pada awal Mei menunjukkan persepsi investor global terhadap Indonesia,” ucap dia.
Pada triwulan III-2024, pasar SBN melanjutkan perbaikan. Ini karena inflasi di Amerika Serikat menunjukkan tren penurunan, yang mendorong The Fed memangkas suku bunga sebesar 50 basis point. Penurunan ini diikuti kebijakan serupa oleh Bank Indonesia dan ECB.
“Langkah-langkah ini memberi dampak positif terhadap pasar keuangan global,” ujar dia.
Meski terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah dan pelemahan ekonomi di Cina, lanjut dia, aliran dana asing ke pasar SBN masih terus berlanjut. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan di Indonesia.
Pada kuartal IV-2024, pasar keuangan global menghadapi tensi geopolitik yang menguat dan volatilitas karena pascapemilu AS. Meski The Fed dan ECB melanjutkan penurunan suku bunga, sentimen pasar masih dibayangi spekulasi kebijakan ekonomi yang diambil pemerintahan Presiden AS Terpilih Donald Trump.
“Itu mendorong kenaikan yield US Treasury dan berdampak kepada pergerakan yield SBN yang turut mengalami kenaikan selama periode ini,” kata dia.
Naiknya tekanan di pasar SBN ditunjukkan dengan penurunan bid to cover ratio menjadi 1,7 kali, dibandingkan periode sebelumnya. Ini mengindikasikan minat investor melemah, akibat ketidakpastian global yang meningkat.
“Pada November, pasar SBN sempat mencatat outflow sebagai respons dari dinamika pasar global yang fluktuatif. Tapi pada Desember, pasar SBN kembali mencatat inflow,” ujar dia.

