Berbekal Indikator Makro 2024, Kemenko Perekonomian Optimistis Hadapi 2025
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengaku optimistis terhadap prospek ekonomi 2025. Optimisme itu dipicu membaiknya berbagai indikator ekonomi makro pada akhir 2024, di antaranya Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang kembali ke level ekspansi dan inflasi yang terkendali.
“Kita cukup optimistis di 2025, dengan angka-angka indikator makro,” ujar Susiwijono, di kantornya, Jakarta, Jumat (3/1/2025).
Susi mengatakan, PMI Manufaktur yang bergerak di ke level ekspansif 51,2 pada Desember 2024 merupakan salah bukti bahwa seluruh sektor riil di Tanah Air bergerak.
Baca Juga
Evaluasi Kinerja Ekonomi, Inflasi Terkendali dan PMI Manufaktur Kembali Ekspansif
“Beberapa indikator survei indeks PMI itu mengonfirmasi sektor riil dan manufaktur kita, bergerak sangat baik,” tutur dia.
Menurut Susi, inflasi juga terkendali dalam rentang target pemerintah yaitu 2,5% plus minus 1%. Pada Desember 2024, inflasi mencapai 0,44% secara bulanan, serta 1,57% secara tahunan dan tahun berjalan. “Ini terkonfirmasi bahwa volatile food tidak lagi terdeflasi lagi,” ucap dia.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu mengungkapkan, PMI Manufaktur yang ekspansif menjadi kabar baik awal tahun ini. Membaiknya PMI Manufaktur didorong kenaikan produksi yang naik menjelang Natal dan perayaan tahun baru.
Baca Juga
Dia menjelaskan, manufaktur beberapa negara di ASEAN dengan basis ekonomi manufaktur, seperti Vietnam dan Malaysia, masih berada di zona kontraksi dengan PMI masing-masing 29,8 dan 48,6.
“Ini mencerminkan perekonomian Indonesia yang tetap solid di tengah berbagai tantangan, baik global maupun domestik. Pemerintah semakin optimistis pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada 2024 dapat tercapai,” kata Febrio, dalam keterangan tertulisnya Kamis (2/1/2025).

