Bocoran! Ini Racikan Asumsi Makro untuk Kerangka Ekonomi Makro APBN 2025
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah terus meramu asumsi dasar makro untuk Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) APBN 2025. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut terdapat sejumlah asumsi makro untuk laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, harga minyak mentah, dan lifting minyak, serta lifting gas bumi.
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas mengatakan asumsi laju inflasi yang ditetapkan pemerintah untuk APBN 2025 yaitu 2,5% plus minus 1%. “Asumsi inflasinya 2,5% plus minus 1%. Asumsi makronya nih,” ujar Amalia di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta (4/3/2024).
Untuk pertumbuhan ekonomi, Amalia menyebut asumsi dasar makro yang ditetapkan yaitu tumbuh 5,3%-5,6%. Target ini dipasang agar dalam lima tahun mendatang Indonesia dapat menyiapkan fondasi transformasi.
“Tema Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) 2025 juga kan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, jadi pertumbuhan ekonominya harus lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2024 atau 2023,” ujar dia.
Baca Juga
BI Wanti-Wanti Pemerintah, Inflasi Volatile Food Bisa Gerogoti Gaji Karyawan
Sementara itu, Amalia juga memberikan pandangan harga minyak mentah. Menurut dia harga minyak mentah (Indonesia Crude Price/ICP) yang ditetapkan dalam asumsi dasar makro APBN 2025 berkisar di antara US$ 75- US$ 85 per barel. Adapun lifting minyak yaitu 583-605 ribu barel per hari dan lifting gas 1.000-1.045 juta barel setara minyak per hari.
"Nilai tukar, asumsi yang ditetapkan yaitu Rp 15.000-15.400 per dolar AS," ujarnya.
Amalia mengatakan, asumsi ini nanti akan diajukan dan dibahas di DPR. Dia menyebut untuk menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dibutuhkan kontribusi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Peran pemerintah adalah memfasilitasi, memberikan stimulus, tapi sebenarnya yang menjadi aktor penting adalah non-pemerintah,” ujar dia.
Asumsi dasar ekonomi makro terdiri atas tujuh indikator. Selain enam indikator tersebut, terdapat satu indikator lain yaitu suku bunga SBN 10 tahun.
Sebagai catatan, pemerintah dan DPR RI telah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro pada APBN 2024, yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%, inflasi yang terkendali sebesar 2,8%, nilai tukar rupiah sebesar Rp 15.000 per US$, suku bunga SBN 10 tahun sebesar 6,7%, harga minyak dunia (ICP) sebesar US$ 82 per barel, lifting minyak sebesar 635 ribu barel per hari, serta lifting gas sebesar 1,033 juta barel setara minyak per hari.

