Kurs Rupiah Ditutup Merosot di Hari Pertama Perdagangan Tahun 2025
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup merosot terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di hari pertama perdagangan tahun 2025, Kamis (2/1/2025). Jisdor Bank Indonesia (BI) merilis kurs rupiah ditutup melemah 79 poin (0,48%) ke level Rp 16.236/USD. Sebelumnya kurs rupiah ditutup menguat Rp 16.157/USD pada Selasa (31/12/2024) lalu.
Sementara kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank seperti dilansir Yahoo Finance, mata uang Garuda bergerak terperosok 100 poin (0,62%) ke level Rp 16.190/USD. Diketahui Yahoo Finance pada penutupan perdagangan sebelumnya mencatat kurs rupiah berada pada posisi Rp 16.090/USD.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David E. Sumual, memasuki tahun 2025 pasar cenderung akan mencermati kebijakan bank sentral AS yakni The Fed, utamanya soal suku bunga acuan Fed Fund Rate. Pada pekan ini pasar juga menanti rilis data klaim pengangguran serta PMI manufaktur AS.
"Dolar indeks juga relatif menguat terbatas sejak awal minggu sehingga kebanyakan mata uang emerging market bergerak melemah," katanya kepada Investortrust, Kamis (2/1/2025).
Baca Juga
Awali Tahun 2025, Rupiah Dihantui Kekuatan Dolar AS
Dari dalam negeri, Ekonom Kamar Dagang dan Industri (Kadin) itu juga menyebut berita pembatan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPn) yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengubah sikap pasar.
"Berita pembatalan kenaikan PPn juga membuat pasar wait and see terkait kebijakan fiskal pemerintah ke depan, khususnya target defisit APBN 2025," tandasnya.
Kemudian terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Desember 2024 tercatat sebesar 0,44% secara bulanan. Kondisi membuat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan.
Baca Juga
Tutup Tahun 2024, Kurs Rupiah Menguat dari Dolar AS
“Dari 106,33 pada November 2024 menjadi 106,8 pada Desember 2024,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini, Kamis (2/1/2025).
Pudji mengatakan inflasi secara tahunan tercatat sebesar 1,57% dan secara tahun kalender sebesar 1,57%. “Pada Desember, angka year on year dan tahun kalender atau year to date akan sama karena pembandingnya sama yaitu Desember tahun lalu,” ujar dia.
Inflasi bulanan pada Desember 2024, menurut Pudji lebih tinggi dari inflasi November 2024 dan deretan inflasi bulanan tahun 2023.

