Ekonom Kadin Proyeksi Pertumbuhan Kredit Berkisar 10% hingga 12% pada 2025
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Komisi Tetap II Kajian Ekonomi Global Strategis Kadin Indonesia Josua Pardede memproyeksikan pertumbuhan kredit berkisar pada 10% hingga 12% pada 2025. Proyeksi Josua muncul dari pertumbuhan PDB nominal yang hanya naik 8% pada tahun mendatang.
“Kita melihat dari sisi pertumbuhan kreditnya memang hanya akan berkisar 10% hingga 12%” kata Josua saat diskusi Global and Domestic Economic Outlook 2025 yang digelar Kadin Indonesia, di Menara Kadin, Jakarta, Senin (30/12/2024).
Chief Economist Bank Permata itu mengatakan, dari sisi perbankan, penyaluran kredit masih cukup terkonsentrasi di sektor atau segmentasi korporasi. Dia melihat segmen UMKM masih cukup berupaya keras dengan kondisi rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang relatif tinggi.
Baca Juga
Kadin Beberkan Tantangan Ekonomi Indonesia di 2025, Apa Saja?
“Juga dari sisi kondisi kinerja yang terpengaruh karena daya beli kelas menengah yang cenderung menurun,” ucap dia.
Josua mengatakan, melihat penyaluran pasar keuangan, khususnya perbankan, posisi masyarakat yang belum terjamah bank (unbankable) masih relatif rendah. “Namun ini menjadi potensi ke depan,” kata dia.
Dia melihat sektor informal di Indonesia sebagai potensi penyaluran kredit ke depan. Untuk menjangkaunya, perlu literasi dan inklusi keuangan yang lebih dalam.
Baca Juga
Optimisme Kadin dengan Kepemimpinan Prabowo, Anindya Bakrie: Ekonomi Indonesia Tahun 2025 akan Cerah
“Sehingga memang diperlukan adanya edukasi dan juga kolaborasi antara regulator dan pelaku keuangan atau industri jasa keuangan agar bisa meningkatkan literasi dan juga inklusi keuangan,” ujar dia.
Langkah mendorong penyaluran kredit ini sejalan dengan fokus Bank Indonesia (BI) dalam Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang akan fokus pada perumahan dan UMKM pada tahun mendatang. Selain itu, kebijakan KLM BI ini juga akan fokus ke sektor industri padat karya.

