Upaya Capai Swasembada Pangan Bantu BI Jaga Inflasi
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia memiliki kesempatan untuk mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo Subianto menuju swasembada pangan. Hal ini juga akan mendukung upaya Bank Indonesia untuk tetap menjaga inflasi dalam rentang sasaran.
"Pemerintah berupaya mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto mencapai swasembada pangan. Dalam upaya pemerintah mencapai swasembada pangan, BI memiliki perhatian khusus terhadap pengendalian inflasi pangan," kata Deputi Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Alexander Lubis, dalam acara Investortrust Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (19/12/2024)
Baca Juga
Indeks Dolar Melonjak 108, Rupiah Anjlok Terdalam di Asia Tembus Rp 16.312/USD
Alexander Lubis mengatakan, apabila melihat tren pertumbuhan ekonomi, Indonesia memiliki capaian yang baik dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun, ia mengingatkan pertumbuhan terus harus dipacu demi mencapai visi Indonesia Emas tahun 2045, sekaligus keluar dari middle-income trap.
"Tapi, yang jadi masalah adalah memang seringkali inflasi kita, dan ini memang jadi salah satu tugas Bank Indonesia (mengendalikan inflasi). Satu faktor yang utama yang kami identifikasi adalah inflasi pangan," katanya.
Money illusion
Pejabat Bank Sentral itu mengungkap, inflasi dapat menjadi permasalahan yang memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Apabila Indonesia memiliki pertumbuhan yang tinggi, namun diiringi dengan angka inflasi yang tinggi, pada akhirnya menimbulkan masalah tersendiri bagi perekonomian.
"Kalau bahasa kami orang-orang ekonomi bilang money illusion saja. Karena, kalau (gaji) kita naik Rp 100 ribu tapi kebutuhan kita naik Rp 120 ribu, sebenarnya tidak ada naiknya. Jadi, bagaimana kami (BI) terus mengawal itu," sambungnya.
Baca Juga
Perry Pertahankan BI Rate 6%, Siap Beli SBN Rp 150 Triliun Lebih, Net Inflow Mulai Terjadi
Ia menuturkan, potensi Indonesia untuk mencapai visi swasembada pangan bukanlah sebuah hal yang mustahil. Apabila ditinjau dari data makro yang dimiliki, Indonesia memiliki kesempatan untuk mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo menuju swasembada pangan.
"Mungkin bukan satu masalah, asal kita melakukan sinergi dengan semua pihak. Kami juga bersinergi termasuk dengan Perum Bulog, dalam wadah Tim Pengendalian Inflasi. Tapi yang jadi problem adalah juga faktor pemenuhan antarwaktu dan antardaerahnya," tuturnya.

