Kurs Rupiah Ditutup Tergelincir Dekati Rp 16.000/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah melemah dalam perdagangan valas pada Rabu (4/12/2024), mendekati level psikologis Rp 16.000/USD. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat kurs rupiah tergelincir 7 poin ke level Rp 15.957/USD, dari sebelumnya di posisi Rp 15.950/USD kemarin.
Analis PT Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengungkap sikap investor Asia lebih memilih berhati-hati menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell dini hari nanti. Dia mengatakan, kini, investor sangat selektif menentukan posisi mereka, terlebih menjelang akhir tahun dan serangkaian event penting yang mewarnai perdagangan di awal Desember.
"Minggu ini, selain pidato Powell, ada rilis data ketenagakerjaan Amerika yakni Non Farm Payroll di hari Jumat," kata Nanang kepada Investortrust, Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Sementara itu, permintaan dolar AS dari BUMN migas yang sudah mereda seharusnya bisa mengurangi tekanan pada rupiah, menurut Bank Indonesia. Bank Indonesia memastikan berjaga di pasar untuk menahan tekanan terhadap rupiah, seiring dengan pelemahan yang masih berlangsung menuju level psikologis Rp 16.000/USD.
Baca Juga
Indeks Dolar Menguat, Kurs Rupiah Melemah Makin Dekati Rp 16.000/USD
Perbaikan Data Ekonomi AS
Serangkaian data Amerika yang telah rilis sebelumnya memperlihatkan arah perbaikan ekonomi AS. Terlebih, ada kemajuan dari angka sektor manufaktur versi ISM dan S&P Global.
Selain itu, lowongan pekerjaan (JOLTS Job Opening) mencatatkan kenaikan. "Malam ini ada data ADP Employment Chang, kendati prospek mengalami penurunan dari 233.000 ke 152.000, pasar optimistis akan ada kenaikan dari perkiraan. Ini dengan tetap tidak mengesampingkan data jasa PMI dari ISM yang diproyeksikan mengalami perlambatan dari 56 menuju 55,7," paparnya.
Secara umum, investor akan mempertimbangkan pidato pejabat The Fed dini hari nanti. Desar harapan ada kejelasan arah kebijakan moneter The Fed.
"Pasar melihat dari pertemuan terakhir di notulen The Fed pada akhir November lalu memberikan sebuah statement bahwa laju inflasi menuju perlambatan, meski masih di atas target 2%. Sementara lapangan kerja masih solid," bebernya.
Baca Juga
Kondisi ini membuka kemungkinan bagi pelonggran kebijakan moneter lebih lanjut, meskipun hal tersebut akan dilakukan secara bertahap. Fed di kabarkan akan menggelar pertemuan regularnya pada 17-18 Desember. Prospek suku bunga pengurangan sebesar 25 basis poin dari posisi sekarang 4.75%.

