Wamen Tiko Sebut Empat Program Prioritas yang Dipercepat Setahun ke Depan
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo atau akrab disapa Tiko menyampaikan ada empat program prioritas yang akan diakselerasi dalam setahun ke depan.
“Yang pertama terkait dengan program swasembada pangan, program perumahan rakyat, kemudian terkait dengan pengentasan kemiskinan, dan yang terakhir terkait dengan digitalisasi, dan transisi energi,” kata Tiko.
Lebih lanjut, Tiko menjelaskan, terkait swasembada pangan yang sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), nantinya akan dikembangkan ekosistem besar untuk supply chain pangan sampai ke daerah-daerah yang ditentukan. Ia berharap para pelaku usaha daerah bsia bergabung mengembangkan ekosistem penyediaan pangan di seluruh Indonesia.
“Mulai dengan tiga komoditas utama yaitu padi, jagung, dan gula yang akan menjadi target untuk menjadi swasembada pangan di tahun 2027,” terang Tiko.
Kemudian adanya program perumahan rakyat, Tiko bilang saat ini pihaknya telah menggagas kerja sama antara pemerintah, BUMN, dan swasta untuk membangun 3 juta rumah.
Baca Juga
“Juga kita akan siapkan dengan model pembiayaan developer maupun pembiayaan KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang didesain untuk bisa accessible bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya untuk di daerah dan pendesaan,” jelas Tiko.
Berikut terkait program pengentasan kemiskinan, akan diupayakan salah satunya lewat sinergi ekosistem Bank BRI dengan Kadin terkait UMKM dan Kadin daerah. Lewat sinergi ini diharapkan bisa memasukkan para supplier dari Kadin daerah untuk bergabung dalam ekosistem pembelian dari sisi BUMN dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Terakhir, kata Tiko, yakni terkait program transisi energi dan hilirasi, yang mana nantinya mendorong proses transisi energi menjadi renewable energy (energi baru terbarukan).
“Untuk investasi di hulu energi seperti geothermal, solar, wind, dan hydro kepada publik khususnya nanti yang akan dipercepat adalah solar dan wind yang tentunya skalanya juga bisa dikerjakan oleh para pengusaha-pengusaha renewable di Indonesia,” ucap Tiko.

