Punya 3 Wakil Menteri, Sri Mulyani Jelaskan Masing-masing Tugasnya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pembagian tugas tiga wakil menteri keuangan (wamenkeu) yang membantunya. Meski dibantu tiga wamen, Sri Mulyani menggunakan organisasi yang bersifat matriks dan prinspal.
“Jadi, basically, masing-masing wamen punya prinsipal yang akan dipegang, karena kami melayani banyak sekali kementerian/lembaga (K/L)” kata Sri Mulyani saat memberikan penjelasan tentang APBN 2024 dalam tayangan APBN KiTa, dikutip Senin (11/11/2024).
Baca Juga
Menurut Sri Mulyani, ia memberikan tugas kepada masing-masing wamen untuk membahas topik dalam APBN 2024. Wamenkeu Anggito Abimanyu mendapat mandat untuk membicarakan penerimaan.
“Pada penerimaan wamen yang anyar yaitu Pak Anggito akan memulai. Ini training lagi setelah bertahun-tahun dia tak di Kemenkeu. Jadi, Pak Anggito akan mejelaskan dari sisi penerimaan,” ujar dia.
Dari sisi belanja, kata Sri Mulyani, Wamenkeu Suahasil Nazara menjelaskan dana yang dikeluarkan pemerintah. Suahasil diminta membahas pengeluaran negara selama dua bulan terakhir.
“Saya sudah minta beliau ketemu semua menko untuk memahami, mendengar, dan mendukung dari berbagai K/L baru, terutama program di bawah Presiden Prabowo yang telah disampaikan dalam berbagai kesempatan, gimana menjalankan itu secara efektif dan dukungan anggarannya,” ucap dia.
Sementara itu, Wamenkeu Thomas Djiwandono akan menyampaikan tentang Transfer ke Daerah (TKD) dan menjelaskan pembiayaan dari internasional.
Meski tak lagi di bawah naungan Kemenko Perekonomian, menurut Sri Mulyani, Kemenkeu akan menjadi pembantu seluruh K/L. “Tidak menjadi eksklusif di salah satu Kemenko, tapi membantu keseluruhan,” tutur dia.
Baca Juga
Prabowo Rombak Struktur Kemenkeu, BKF Dilebur di Direktorat Jenderal Baru
Sri Mulyani menegaskan, ia telah meminta tiga wamen yang membantunya untuk berkoordinasi dengan Kemenko dan kementerian teknis.
“Inimembantu beliau-beliau untuk langsung catching up, langsung mendapatkan informasi mengenai bagaimana alokasi APBN 2025 dan komitmen 2025 yang ada di dalam kewenangan masing-masing menko,” kata dia.

