Sabar, PMN Tunai Buat PT PLN dan PT Bina Karya Belum Disetujui
JAKARTA, Investortrust.id - Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Senin (2/10/2023), telah menyetujui pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai dan Non Tunai pada APBN Tahun Anggaran 2023 pada sejumlah BUMN. Namun dalam kesempatan tersebut PT PLN (Persero) dan PT Bina Karya (Persero) yang juga menunggu kucuran PMN Tunai harus bersabar, karena belum disetujui oleh parlemen.
Disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai raker dengan Komisi XI DPR RI, PMN Tunai Tahun Anggaran(TA) 2023 yang direncanakan akan diberikan kepada PT PLN (Persero) dan PT Bina Karya (Persero) belum disetujui. Hal ini karena masih akan dilakukan penelaahan dan evaluasi serta urgensi dari kedua PMN tersebut.
Sedangkan PMN TA 2022 sebesar Rp3 T batal diberikan kepada PT Waskita Karya (Persero) karena adanya proses restrukturisasi kreditur untuk neraca keuangannya.
Baca Juga
“Sehingga kami menyampaikan kepada Komisi XI bahwa PMN Rp3 T kepada Waskita tahun 2022 tidak kita cairkan dan akan dikembalikan uangnya kepada kas negara,” kata Menkeu.
Raker juga memutuskan sebanyak 7 BUMN akan menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai. Tujuh BUMN yang akan menerima PMN Tunai yakni PT Hutama Karya (Persero) yang akan digunakan untuk penyelesaian proyek infrastruktur diantaranya Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, dan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, dan PT Wijaya Karya (Persero) bertujuan untuk penyelesaian proyek strategis nasional dan proyek IKN.
Baca Juga
PMN Tunai juga diberikan untuk sektor lainnya yakni PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) untuk penguatan IFG Life dari PT Jiwasraya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) untuk mendukung pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Perum LPNNPI/Airnav Indonesia untuk modernisasi dan peremajaan fasilitas Air Traffic Management System bagi keselamatan penerbangan, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) untuk pembangunan dan pengembangan KEK Mandalika dan KEK Sanur, dan PT LEN Industri untuk pembangunan fasilitas dan peningkatan kapasitas produksi radae, pesawat, kapal, amunisi, medium tank, dan kendaraan tempur.

