Ekonom BCA Intip Peluang Penurunan Suku Bunga Jelang Berakhirnya Pemerintahan Jokowi
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk David Sumual 'mengintip' adanya peluang penurunan suku bunga acuan (BI Rate) menjelang berakhirnya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bank Indonesia (BI) dijadwalkan melangsungkan rapat dewan gubernur (RDG) periode bulan ini, pada 15-16 Oktober 2024.
"Masih ada ruang untuk penurunan suku bunga acuan, walau peluangnya sedikit tertahan," kata David kepada Investortrust, Senin (14/10/2024).
Baca Juga
Kurs Rupiah Ditutup Menguat usai BI Umumkan Utang Luar Negeri
Menurut David, meski terdapat peluang penurunan suku bunga acuan, dia tetap melihat kemungkinan dewan gubernur BI mempertahankan BI Rate akan lebih besar. Hal itu, kata dia, tidak lepas dari fundamental perekonomian Amerika Serikat yang cenderung masih kuat, sehingga diperkirakan bank sentral AS (The Fed) tidak akan agresif dalam menurunkan suku bunga acuan (Fed Funds Rate).
"Data ekonomi AS masih cukup kuat. Ini tercermin dari data non-farm payroll yang di atas perkiraan," sebut dia.
Sebelumnya, RDG BI bulan lalu memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan 25 bps, menjadi sebesar 6,00%. Kebijakan Bank Sentral RI ini untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Suku bunga Deposit Facility juga diturunkan 25 bps menjadi sebesar 5,25%. Demikian pula suku bunga Lending Facility turun 25 bps menjadi 6,75%.
"Ini sesuai upaya penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah dan perlunya untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, saat konferensi pers Hasil RDG BI di Jakarta, September lalu.
Dengan keputusan ini, BI tercatat menurunkan suku bunga acuan untuk pertama kali sejak penaikan BI Rate sebesar 25 bps pada April 2024. Suku bunga acuan tertinggi di era Presiden Jokowi sebesar 6,25% yang terjadi periode April-Agustus 2024. Sedangkan yang terendah tercatat di angka 3,50% pada Februari 2021-Juli 2022.
Baca Juga
Jokowi akan meletakkan jabatan sebagai kepala negara pada tanggal 20 Oktober 2024. Di hari yang sama, Presiden terpilih Prabowo Subianto akan mengambil sumpah jabatan sekaligus dilantik sebagai presiden untuk periode 2024-2029.

