Tegaskan Akan Lanjutkan SRBI, BI: Sampai SBN Memadai
JAKARTA, investortrust.id - Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menyatakan bank sentral akan terus menerbitkan instrumen Sekuritas Rupiah BI (SRBI). Keputusan untuk melanjutkan SRBI ini akan dilakukan sampai Surat Berharga Negara (SBN) lebih berdaya sebagai alat pengatur jumlah uang yang beredar di pasar, dan menjaga stabilitas ekonomi.
“Kecuali pada waktunya nanti, saya tidak tahu kapan, SBN sudah cukup memadai, sehingga BI tidak perlu lagi mengeluarkan SRBI. Until that time, SRBI tetap akan digunakan,” kata Erwin saat taklimat media, Jakarta, Selasa (24/9/2024).
Erwin berharap nantinya Indonesia dapat meniru negara-negara lain yang hanya menggunakan surat utang negara sebagai bagian dari instrumen pendalaman pasar uang.
Baca Juga
Berapa Lelang SRBI Raup Dana Lagi? Semester II, Modal Asing Masuk Rp 130 Triliun
Sementara itu, Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Donny Hutabarat, mengatakan keberadaan SRBI bersifat longlasting atau bertahan lama. Ini karena SRBI dapat membentuk likuiditas dan efektivitas dalam stabilisasi rupiah.
“SRBI akan longlasting, tapi nanti variasi strateginya yang akan disesuaikan dengan konteks tantangan yang dihadapi,” ujarnya.
Berkat efektivitasnya tersebut pun, Bank Dunia pada Juni 2024 bahkan menyoroti kinerja SRBI yang dinilai telah menyaingi instrumen SBN yang diterbitkan oleh pemerintah.
Bank Indonesia mengeluarkan SRBI pada 2023. Instrumen ini diterbitkan karena adanya beberapa isu supply. Penerbitan SRBI diikuti dengan penerbitan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).
Secara umum, instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI yang menja dibagian dari operasi moneter pro-market. Ketiga instrumen ini untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk modal asing dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah.

