Anggaran Ditambah 23,9%, BPS akan Gelar Survei Ketenagakerjaan
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) berencana menggelar survei triwulanan terkait data ketenagakerjaan pada 2025, yakni Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Rencana ini seiring dengan penambahan anggaran yang disetujui Komisi XI DPR sekitar 23,9% tahun depan, menjadi Rp 5,7 triliun.
“Dengan penambahan anggaran ini, total pagu anggaran BPS tahun 2025 yang awal Rp 4,6 triliun setelah ditambahkan Rp 1,1 triliun menjadi Rp 5,7 triliun. Berdasarkan fungsi pagu anggaran BPS 2025, program penyediaan dan pelayanan informasi statistik akan menelan anggaran Rp 2,17 triliun, sementara program dukungan manajemen tercatat sebesar Rp 3,53 triliun,” ujar Plt BPS Amalia Adininggar Widyasanti, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (12/9/2024).
Baca Juga
Anggaran Sosialisasi Makan Bergizi Gratis Rp 10 Miliar, Bagaimana Eksekusinya?
Amalia mengatakan, penambahan anggaran sebesar Rp 1,1 triliun itu akan digunakan untuk tiga program BPS pendukung prioritas nasional, dalam penyediaan dan pelayanan informasi statistik. Program Sakernas dianggarkan sebesar Rp 8,5 miliar.
"Dengan tambahan ini, total program Sakernas direncakan akan menelan anggaran sebesar Rp 1,15 triliun atau 20,17% dari porsi pagu anggaran BPS 2025. Tahun ini, BPS hanya dapat menggelar Sakernas selama dua kali dalam setahun, padahal awalnya akan digelar tiap triwulan. Dengan tambahan (anggaran) hari ini, tentunya terima kasih. Kami jadi bisa menyelenggarakan Sakernas triwulanan atau setahun empat kali, sehingga bisa kami link dengan data PDB triwulanan," ucap Amalia.
Baca Juga
Menkeu Bertemu Prabowo, Anggaran Belanja K/L Melonjak 19% Jadi Rp 1.160,08 Triliun
Selain untuk Sakernas, Amalia mengatakan, terdapat dua kegiatan mendesak lain yang memerlukan penambahan anggaran, yaitu Sensus Ekonomi 2026 dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS). Dalam paparannya, Sensus Ekonomi 2026 tercatat akan menghabiskan anggaran Rp 994,27 miliar dan SUPAS akan menghabiskan anggaran Rp 201,18 miliar.

